Tiba di NTT, Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Bencana di Lembata

– Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) langsung meninjau lokasi bencana di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) setibanya di Bandar Udara (Bandara) Frans Seda, Kabupaten Sikka, pada sekitar pukul 9.30 WITA. Kedatangan Presiden Jokowi disambut Gubernur NTT Viktor Laiskodat .

Setelah berada di holding room sekitar 20 menit, pada sekitar pukul 09.50 WITA, Presiden Jokowi menumpang Helikopter Super Puma, didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat untuk melanjutkan penerbangan menuju Bandara Wonopito di Kabupaten Lembata.

Setiba di Bandara Wunopito, Lembata sekitar pukul 10.40 WITA, Presiden Jokowi disambut Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dan langsung menuju ruang tunggu bandara.

BACA JUGA

Kunjungan Kerja ke NTT, Presiden Ingin Pastikan Penanganan Bencana Berjalan Baik

Di ruang tunggu, Kepala Negara mendengarkan penjelasan Bupati Lembata terkait bencana di daerah itu. Hadir pada kesempatan itu, Kepala BNPB Doni Monardo dan Kepala Basarnas Henri Alfiandi.

Selanjutnya, sekitar pukul 11.00 WITA, Presiden Jokowi bersama rombongan terbatas bertolak menuju lokasi bencana di Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata.

Cuaca ekstrem yang terjadi akibat Siklon Tropis Seroja telah dirasakan di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan NTT yang mengalami dampak paling besar. Cuaca ekstrem memicu terjadinya bencana banjir bandang dan longsor di kedua wilayah tersebut.

Langkah penanganan bencana telah dilakukan pemerintah baik pusat maupun daerah pascabencana tersebut. Presiden Jokowi, Selasa (6/4/2021) lalu, memimpin Rapat Terbatas membahas penanganan bencana di kedua provinsi tersebut. Dalam rapat yang digelar melalui konferensi video ini, Presiden menyampaikan sejumlah arahan, di antaranya percepatan proses evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban yang belum ditemukan; memastikan hadirnya pelayanan kesehatan dan pertolongan medis yang dibutuhkan oleh para korban; pemenuhan kebutuhan para pengungsi; serta percepatan perbaikan infrastruktur penunjang yang rusak akibat bencana.

Presiden Jokowi juga meminta jajarannya untuk mengantisipasi potensi bencana yang dapat terjadi akibat cuaca sangat ekstrem yang melanda berbagai kawasan di Indonesia.

“Saya minta untuk BMKG untuk menggencarkan peringatan cuaca ekstrem akibat dari Siklon Tropis Seroja ini. Pastikan seluruh kepala daerah dan masyarakat dapat mengakses, memantau prediksi cuaca dan iklim yang dikeluarkan oleh BMKG. Mereka harus tahu semuanya, sehingga masyarakat bisa meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaannya untuk menghadapi ancaman risiko, baik itu angin kencang, bahaya banjir, banjir bandang, dan tanah longsor,” ujarnya.

Berita terkait: