Tersandung Kasus Penggelapan, Mantan Atlet Nasional Dimediasi

Mantan atlet nasional cabang atletik Maria Lawalata (ML) sempat tersandung kasus penggelapan dana sebesar Rp 150 juta saat hendak membuka Sekolah Sepak Bola (SSB) pada 2016 silam.

“Sempat ada perjanjian kerja sama sebesar Rp 150 juta antara ML dengan korban BI untuk menyewa lapangan untuk keperluan sepak bola. Tapi justru digunakan untuk kepentingan pribadi,” ujar Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, di Mapolres,┬áSenin (27/7/2020).

Maria Lawalata merupakan atlet peraih medali emas dari cabang atletik pada SEA Games Filipina 1991.

Budhi menjelaskan korban yang merasa uangnya tidak dikembalikan melaporkan kasus tersebut ke Polres Metro Jakarta Utara karena merasa ditipu. “Januari 2019, ML ini kita tetapkan sebagai tersangka. Namun tidak kita tahan, karena pertimbangan jasa-jasanya di bidang olahraga, dan merupakan istri anggota Polri,” tambah Budhi.

Lebih lanjut saat itu pihak kepolisian meminta agar ML segera menyelesaikan persoalannya dengan BI. Namun karena kekurangan uang (masalah finansial) ML belum bisa mengembalikan uang korban.

“Korban kemudian melapor lagi kepada kami bahwa hingga 2020 belum diselesaikan, kita sempat memanggil MP namun sempat sulit ditemui. Kemudian di bulan Juli (2020) kami tahan MP dan sudah proses. Berkas ini sudah berjalan, dan kami kirimkan tahap pertama ke kejaksaan. Kejaksaan menganggap berkas itu sudah P21 atau lengkap. Tinggal barang bukti dan tersangka kita serahkan ke kejaksaan (tahap kedua),” ungkap Budhi.

Namun di tengah proses tahap kedua ke kejaksaan tersebut, hadir pihak Kempora meminta Polres Metro Jakarta Utara untuk melakukan mediasi antara kedua belah pihak. “BI dan ML terjadi mediasi. Dan kerugian BI sudah dikembalikan, serta korban sudah mencabut laporannya. Surat pencabutan dari korban kita koordinasikan ke pihak terkait. Karena dalam penegakan hukum ini harus ada asas kepastian hukum, rasa keadilan dan kemanfaatan,” tandas Budhi.

Dalam pernyataan, Maria Lawalata mengucapkan terima kasih atas upaya mediasi yang di upayakan Kempora dan Polres Metro Jakarta Utara untuk menyelesaikan persoalannya dengan korban BI.

“Saya mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat tercinta, doakan saya, saya ingin tetap membangun bangsa dan negara. Mungkin ini khilaf, maaf sudah membuat heboh di tengah masyarakat. Kasus ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Maria Lawalata.

Sementara Tenaga Ahli Menpora, Brigjen Pol Uden Kusuma Wijaya menyebutkan pihaknya merupakan perwakilan dari negara untuk membantu orang yang pernah berjasa di bidang olahraga.

“Sehingga kemudian atas petunjuk bapak Menteri, kami mengadakan koordinasi dengan bapak Kapolres, dan memang ada jalan keluar itu. Syukur alhamdullilah pada hari ini kita bisa wujudkan dengan perdamaian antara pihak pelapor dan sebagainya. Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada Polres Metro Jakarta Utara untuk mantan atlet kita ini. Semoga dia bisa memperbaiki kehidupannya di masa yang akan datang,” kata Uden Kusuma Wijaya.

Berita terkait: