Tanrise Garap Proyek Pergudangan Digital Rp 125 Miliar di Sidoarjo

Pengembang properti, Tanrise Property , mengembangkan proyek pergudangan berbasis digital, TritanHub, di lahan 1,8 hektare di Sidoajo untuk merespon kebutuhan pelaku bisnis digital yang tetap tumbuh meskipun saat masa pandemi. Sebanyak 146 unit dari proyek senilai Rp 125 miliar ini akan mulai dibangun pada April 2021 dan ditarget seluruh unit bisa ludes terjual tahun ini.

CEO dan Direktur Utama Tanrise Property, Belinda Tanoko memaparkan, pengembangan proyek TritaHub bermula dari riset yang dilakukan Tanrise Property sebelumnya. Hasilnya, hingga saat ini belum ada tempat yang dapat mengakomodir kebutuhan bisnis di era digital. Padahal Indonesia merupakan pemimpin pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara yang tentunya membuat para pebisnis harus siap dengan perubahan yang ada.

“Sehingga untuk membantu para pebisnis di era digital inilah, Tanrise Property meluncurkan TritanHub ini,” kata Belinda saat peluncuran TritanHub di Surabaya, Selasa (23/2/2021).

BACA JUGA

Tanrise Tunjuk Wika Gedung sebagai Kontraktor Utama Kyo Society

Belinda menguraikan, pasar pergudangan masih akan terus berkembang. Sebab, banyak pengusaha yang memerlukan gudang untuk mendukung usaha mereka. Terlebih saat era digital seperti sekarang, banyak pengusaha muda yang bermunculan. Bahkan, tidak sedikit perusahaan rintisan atau startup yang juga semakin gencar membangun usahanya. Sebagian usaha yang mereka bangun berbasis digital.

Untuk memenuhi kebutuhan pelaku bisnis digital yang tidak membutuhkan lahan yang luas tetapi dengan kecepatan layanan sehingga terwujud efisensi yang cukup tinggi, maka TritanHub dikembangkan dengan konsep sebagai perpaduan antara warehouse, office dan workshop (WOW).

“Ini konsep yang pertama kalinya dikembangkan di Indonesia. Tujuannya untuk mengakselerasi bisnis digital yang terus tumbuh di Indonesia,” terang Belinda.

TritanHub dikembangkan di atas lahan seluas 1,8 hektare dengan nilai investasi sekitar Rp 125 miliar. Lokasinya berada dekat Bandara Juanda dan akses jalan tol, sehingga akan memudahkan pebisnis untuk mengembangkan usaha. Proyek pergudangan ini membidik kalangan pengusaha muda, startup maupun pengusaha yang sudah mapan yang ingin mengembangkan usaha khususnya yang berbasis digital. Sebab ke depan, Indonesia akan menjadi pusat bisnis berbasis digital terbesar di ASEAN.

“Tahun 2025, bisnis digital di Indonesia akan tumbuh 400 persen. TritanHub merupakan flexible business space yang akan membantu mengakselerasi para pebisnis,” kata Komisaris Utama Tanrise Property, Hermanto.

BACA JUGA

Pengembang Optimistis Pasar Properti Segera Pulih

Direktur Marketing Tanrise Property, Joseph Lukito menambahkan, TritanHub hanya menyediakan 146 unit dengan tiga tipe. Yakni, tipe Compact untuk pengusaha yang baru memulai berbisnis. Tipe Ultima yang ukurannya lebih luas untuk pebisnis yang sudah berjalan dan ingin mengembangkan usahanya. Dan, tipe yang paling besar, Stellar untuk pengusaha yang butuh prestige dan exposure yang lebih tinggi.

“Khusus untuk tipe Stellar kami hanya menyediakan empat unit. Harganya mulai Rp 2 juta per meter. Kami optimis tahun ini semua unit akan sold out ,” katanya.

Yoseph menyebutkan, pergudangan ini selain bisa dipakai sendiri juga bisa dipakai untuk investasi. Selain nilai investasinya terus meningkat, juga kalau disewakan juga menguntungkan. “Saat ini rata-rata harga sewa pergudangan di sekitar Bandara Juanda mulai Rp 40.000 hingga Rp 45.000 per meter persegi per bulan,” jelasnya.

Menurut Yoseph, TritanHub diyakini akan mendapat respons bagus dari pasar properti. Apalagi,pihaknya juga menjalin kerja sama dengan banyak agen properti untuk pemasaran. Selain itu, beberapa perbankan juga sudah siap menyediakan kredit kepemilikan gudang (KPG).

“Sejak kita buka, respon pasar cukup bagus. Rencananya April nanti akan mulai kami bangun. Serah terima unit akan kami lakukan bertahap mulai Desember nanti. Ya sekitar 50 unit. Kami harapkan pertengahan tahun depan semua unit sudah serah terima,” tutur Joseph.

Berita terkait: