Tangani pascabanjir Donggala-Sulteng, alat berat dikerahkan ke lokasi

Sejak Jumat (16/10) pekan lalu, kami sudah mengerahkan beberapa alat berat ke titik banjir yang ada di Kecamatan Banawa Selatan dan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala Donggala, Sulteng – Pemerintah Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah telah mengerahkan sejumlah alat beras untuk penanganan pascabencana alam banjir bandang di daerah itu.

“Sejak Jumat (16/10) pekan lalu, kami sudah mengerahkan beberapa alat berat ke titik banjir yang ada di Kecamatan Banawa Selatan dan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala,” kata Kepala BPBD Donggala Akris kepada di Banawa, Minggu.

Ia mengatakan banjir bandang pada Kamis (15/10) 2020 menerjang dua wilayah di Kabupaten Donggala yang menyebabkan beberapa titik badan jalan mengalami dampak.

Begitu pula ada beberapa buah jembatan yang ikut diterjang banjir.

Guna membuka akses arus kendaraan ke sejumlah desa di dua kecamatan tersebut karena jembatan dan jalan mengalami kerusakan, maka Pemkab Donggala sehari setelah bencana terjadi langsung mengirimkan sejumlah alat berat ke lokasi banjir.

Hingga kini akses jalan antar desa yang tadinya sempat putus, kini sudah bisa dilalui kendaraan sepeda motor dan mobil sehingga pendistribusian logistik untuk para korban di semua desa terdampak di Kecamatan Banawa Tengah maupun Banawa Selatan sudah kembali berjalan lancar.

Ia menambahkan ada sejumlah jembatan yang putus, kini sedang dibuatkan jembatan darurat agar bisa dilewati.

Ada tujuh buah jembatan yang putus/roboh dan lima titik jalan yang menghubungkan satu desa dengan lainnya longsor saat hujan lebat mengguyur daerah itu dalam beberapa hari terakhir ini.

Bahkan, kata dia, hingga kini wilayah-wilayah terdampak bencana banjir bandang masih diguyur hujan lebat.

Beberapa titik permukiman penduduk di dua kecamatan itu masih terendam banjir.

Jumlah warga yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Banawa Selatan dan Banawa Tengah sebanyak 2.225 kepala keluarga (KK).

Sebagian sampai saat ini masih bertahan di beberapa titik penampungan pengungsi, terumata yang rumahnya hanyut terseret banjir.

Para relawan kemanusiaan bersama dengan unsur TNI/Polri, Basarnas, Dinsos, BPBD dan masyarakat berada di lokasi banjir guna membantu masyarakat yang terdampak bencana alam tersebut, demikian Akris.

Baca juga: Banjir bandang landa dua wilayah di Donggala, tidak ada korban jiwa

Baca juga: ACT beri ratusan paket bantuan untuk korban banjir rob Donggala

Baca juga: Korban gempa Donggala butuh informasi kepastian relokasi

 

Berita terkait: