Takut Tertular Covid-19, Banyak Warga di Periuk Tangerang Enggan Mengungsi

Banyak warga korban banjir di kawasan Periuk, Tangerang enggan tinggal di pengungsian dan lebih memilih menetap di rumahnya karena takut terpapar virus Covid-19. Salah satunya adalah Maria Magdalena dan suaminya yang lebih memilih menetap di lantai dua rumahnya.

“Saya di sini dari Sabtu minggu kemarin. Di sini sama suami, berdua saja. Banjir tertinggi kayaknya kemarin ya, sekitar 3,5 meter. Bersyukur saya punya rumah berlantai dua makanya saya lebih memilih disini karena takut kalau di pengungsian terpapar Covid-19,” ungkap Maria saat sejumlah media menyambangi rumahnya di kawasan Periuk, Tangerang, Selasa (23/2/2021).

BACA JUGA

Banjir di Kota Tangerang Hasilkan 270 Ton Sampah

Ditambahkannya, anak-anaknya yang juga tinggal tak jauh dari kediamannya juga memilih tetap tinggal di rumahnya masing-masing ketimbang harus mengungsi di lokasi pengungsian.

“Untuk tinggal dan menetap di sini, kita kemarin sudah ambil beberapa logistik di toko yang kita miliki. Beberapa barang yang penting juga kita sudah kita pindahkan di lantai dua. Harapannya sih kita pengennya banjirnya cepat surut. Kita gak mau jual rumah ini meski tiap tahun langganan banjir karena kita sudah menetap di sini sejak 30 tahun dan rumahnya punya banyak kenangan,” tandas Maria.

Sementara itu, di lokasi pengungsian sejumlah pengungsi juga mulai banyak yang terserang berbagai penyakit. Oleh sebab itu, sejumlah warga banyak yang mendatangi beberapa posko kesehatan yang didirikan disekitar lokasi pengungsian.

“Keluhan warga rata-rata adalah sakit gatal-gatal dan ada juga yang tensinya tinggi. Mereka bisa datang ke posko kesehatan yang ada di lokasi pengungsian. Sejauh ini dari Kecamatan juga sedang mempersiapkan beberapa alat-alat kebersihan untuk nanti bisa digunakan warga untuk membersihkan rumahnya pascabanjirnya sudah surut,” tutur Camat Periuk, Tangerang, Maryono saat diwawancarai sejumlah media di lokasi Pengungsian.

BACA JUGA

15.000 Warga Kota Tangerang Terdampak Banjir

Khusus di lokasi pengungsian dikatakan Maryono, juga dilakukan pengawasan dan penjagaan terhadap aktivitas warga agar tidak berkerumun.

“Kami juga disini tak henti-hentinya menghimbau warga yang mengungsi untuk tetap mematuhi protokoler kesehatan karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19,” tandasnya.

Berita terkait: