Tak Perlu SIKM Lagi, Ini Syarat Pakai KA Jarak Jauh

Masyarakat kini dapat lebih mudah untuk naik kereta api (KA) jarak jauh dengan relasi dari dan menuju DKI Jakarta, tanpa persyaratan surat izin keluar masuk (SIKM). Namun ada syarat-syarat lainnya untuk memakai KA jarak jauh.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjadikan SIKM sebagai salah satu persyaratan untuk calon pengguna yang akan berangkat menggunakan KA Jarak Jauh dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen.

“SIKM kini, digantikan dengan mengisi Corona Likelihood Metric (CLM) pada aplikasi JAKI yang dapat diunduh di Google Play Store dan Apple App Store. Masyarakat diminta jujur mengenai kondisinya dalam mengisi CLM,” Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa, Jumat (17/7/2020).

Meski SIKM sudah tidak diperlukan lagi sebagai salah satu syarat, kata Eva, namun masyarakat yang ingin menggunakan KA Jarak Jauh pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) tetap diminta untuk menunjukkan surat bebas Covid-19 (melalui tes PCR/tes cepat) yang masih berlaku (14 hari sejak diterbitkan) atau surat keterangan bebas gejala seperti influenza yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit atau Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas tes PCR dan atau tes cepat serta mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi.

“Secara umum, setiap pelanggan kereta api tetap diharuskan dalam kondisi sehat yakni tidak menderita flu, pilek, batuk, demam, suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, wajib menggunakan masker, menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan,” katanya.

Selain itu, pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan mengenakan pelindung wajah ( face shield ) yang disediakan oleh KAI selama dalam perjalanan hingga meninggalkan area stasiun tujuan. Untuk pelanggan dengan usia di bawah 3 tahun, agar menyediakan sendiri pelindung wajahnya. 

 

Berita terkait: