Tahap II, 62 Sekolah di Bengkulu Tengah Ajukan Izin Belajar Tatap Muka

Sebanyak 62 dari 125 Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SD/SMP) di Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu tahap kedua kembali mengajukan usulan menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di kelas dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

“Ada 62 SD/SMP di Bengkulu Tengah kembali mengajukan belajar tatap muka ke pemkab setenpat. Pihak sekolah siap menerapkan prokes dalam belajar tatap muka,” kata Kepala Dikpora Bengkulu Tengah, Saidirman, di Bengkulu, Minggu (8/11/2020).

Ia mengatakan, tahap pertama sebanyak 64 SD dan SMP di Bengkulu Tengah, sudah diizinkan Bupati Feri Ramli selaku ketua satgas penanganan Covid-19 setempat untuk menggelar belajar tatap muka di kelas dengan menerapkan prokes ketat.

Rinciannya 64 sekola di Bengkulu Tengah sudah mendapat izin belajar tatap muka dari bupati setempat terdiri atas 40 SD dan 24 SMP, tersebar di 14 kecamata di daerah ini.

Sedangkan yang mengajukan izin tahap 2 sebanyak 62 sekolah terdiri atas 53 dari 93 SD Bengkulu Tengah dan SMP sebanyak 12 dari jumlah 32 SMP yang ada di daerah ini.

Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Satgas Penanganan Covid-19 di Bengkulu Tengah telah turun ke lapangan untuk mengecek kesiapan sekolah menerapkan prokes dalam KBM tatap muka.

Adapun kesiapan prokes yang dicek di sekolah oleh petugas Dinkes dan Satgas Penanganan Covid-19 Bengkulu Tengah, antara lain tempat cuci tangan, alat cek suhu tibuh, ruangan kelas hanya boleh diisi 50 persen dari kapasitas yang ada.

Selain itu, jam belajar siswa dikurangi dan tidak ada jam istirahat di sekolah serta sistem belajar tatap muka dilakukan bergantian baik tingkat SD dan SMP

Untuk tingkat SD jika hari Senin kelas I dan 2 belajar di kelas maka siswa kelas 3,5 dan kelas 6 belajar daring di rumah. Demikian pula kelas 3 dan 4 belajar di kelas siswa kelas 1,2 5 dan kelas 6 belajar daring dan seterusnya.

Demikian untuk tingkat SMP jika siswa kelas 7 belajar di kelas maka siswa kelas 8 dan 9 belajar daring dan seterusmya. “Jika hal ini sudah dipersiapkan dengan baik oleh sekolah maka akan diizinkan pemda untuk gelar tatap muka?” ujarnyam

Saidirman menambahkan, sekarang pihak sekolah masih menunggu rekomendasi hasil evaluasi dari pengecekan yang dilakukan petugas Dinkes dan Satgas Penanganan Covid-19 ke masing-masing sekolah yang mengajukan izin menggelar KBM tatap muka di kelas.

“Kami yakin 62 sekolah SD dan SMP di Bengkulu Tengah yang mrengajukan izin belajar tatap muka di kelas akan mendapatkan izin dari bupati Feri Ramli karena syarat prokes sudah disiapkan sekolah , termasuk siswa wajib memakai masker, ujarnya.

Dengan demikian, tidak ada alasan lagi bagi Dinkes dan Satgas Penanganan Covid-19 untuk tidak mengizinkan 62 sekolah menggelar KBM tatap muka pada November ini.

Terkait sekolah yang sudah menerapkan KBM dikelas, Saidirman mengatakan, sampa saat ini masih berjalan lancar dan tidak ada siswa yang terpapar virus corona. Hal ini terjadi tidak terlepas dari kometmen siswa dan guru menerapkan prokes ketat pada KBM tatap muka.

Meski demikian, Dikpora Bengkulu bersama Dinkes setempat tetap mengawasi sekolah yang telah melaksanakan KBM tatap muka pada akhir Oktober 2020 lalu.

“Dari hasil pantuan kami di lapangan sampai saat ini pelaksanaan KBM tatap muka di 64 SD dan SMP di Bengkulu Tengah berjalan lancar sesuai harapan. Dikpora dan Dinkes setegas jika ada siswa terpapar positif Covid-19 maka KBM tatap muka kita hentikan agar tidak menjadi klaster baru penyebaran virus corona di daerah ini, ujarnya.

Kasus Covi-19 di Bengkulu Tengah tercatat sebanyak 44 orang. Dari jumlah tersebut, 31 orang dinyatalan sembuh dan 1 orang dilaporkan meninggal dunia.

Bengkulu Tengah saat masih berada di zona oranye dalam penyebaran virus corona, tapi dalam beberapa pekan belakangan tidak ada penambahan virus posiif baru di kabupaten pemekaran dari Bengkulu Utara ini.

Berita terkait: