Syekh Ali Jaber Ditusuk, Ngabalin Minta Umat Tak Diprovokasi

– Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin meminta semua pihak untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang membuat suasana tidak sejuk termasuk memprovokasi umat di ruang publik terkait kasus penusukan yang menimpa Syekh Ali Jaber pada Minggu (13/9/2020).

“Jadi para pihak siapapun tidak boleh mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang memberikan suasana tidak sejuk di ruang publik, termasuk jangan memprovokasi umat,” ujar Ngabalin kepada Kamis (17/9/2020).

Pernyataan Ngabalin merespon Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin yang mendesak Polri mengusut kasus penusukan terhadap pendakwah Syekh Ali Jaber.

Din juga menduga ada pihak yang menjadi otak penusukan terhadap Syekh Ali Jaber.

Ngabalin mengatakan saat ini aparat kepolisian tengah bekerja untuk mengusut kasus penusukan terhadap Syekh Ali Jaber.

Ia meminta semua pihak terutama umat muslim untuk menyerahkan kasus penusukan Syekh Ali Jaber kepada aparat penegak hukum.

“Jadi ada aparat kepolisian, ada aparat keamanan negara ada Polri selaku instistusi penegak hukum tentu secara profesional akan bekerja dengan baik maka sebagai warna negara yang baik sebagai umat Islam kita menyerahkan seluruhnya ini masalah kepada aparat kepolisian,” ucap dia.

“Karena sekarang kan polisi sedang bekerja. Kalau kita tidak percaya dengan Polri, kira-kira institusi mana yang bisa kita percaya. Itu yang saya kira penting dan saya kira perlu dicermati oleh semua pihak,” sambungnya.

Ngabalin yang juga Ketua PP BAKOMUBIN (Pengurus Pusat Badan Koordinasi Mubaligh Se Indonesia) meminta seluruh Mubaligh untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan siapapun atau tokoh siapapun.

“Sebagai Ketum Bakomubin, tentu saya juga menyampaikan kepada seluruh Mubaligh agar tetap tenang dan tidak usah terprovokasi dengan siapapun dengan tokoh siapapun,” ucapnya.

Ia menegaskan, kepolisian akan profesional dalam mengambil langkah hukum.

“Jadi tentu saja sebagai tenaga ahli utama sebagai KSP dari kantor staf presiden tentu kita prihatin itu sudah pasti dan karena itu dan sepenuhnya polisi sedang bekerja dan polisi tentu akan secara profesional mengambil langkah-langkah dalam penegakkan hukum,” katanya.

Tak hanya itu, Ngabalin mengatakan Syeikh Ali Jaber sendiri telah mengeluarkan statement dan telah memberikan keterangan untuk meminta agar kasus penusukannya tidak dipolitisir.

“Bahwa jangan ada seorang pun mempolitisir apa yang peristiwa yang terjadi pada beliau musibah ini. Beliau pun telah bertawakal kepada Allah bahwa ini adalah satu ketetapan Allah musibah yang juga harus beliau ambil pelajaran sehingga tidak boleh masyarakat terprovokasi atau umat diminta tenang,” pungkasnya.