Survei Pilpres, Elektabilitas Prabowo Tertinggi

– Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menempati posisi teratas apabila pemilihan presiden (pilpres) diadakan sekarang. Elektabilitas Prabowo mencapai 22,5%. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan.

“Pak Prabowo unggul dengan 22,5%, disusul Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan ,” kata Djayadi saat merilis survei LSI bertajuk “Evaluasi Publik terhadap Kondisi Nasional dan Peta Awal Pemilu 2024”, Senin (22/2/2021).

Ganjar meraih 10,6%, sedangkan Anies 10,2%. Menurut Djayadi, perolehan kedua tokoh itu sama. Berikutnya, ada nama Basuki Tjahaja Purnama (7,2%), Sandiaga Uno (6,9%), Tri Rismaharini (5,5%), Ridwan Kamil (5%), dan Agus Harimurti Yudhoyono (4,8%).

Nama-nama lain meraih suara di bawah 3%. Hal tersebut merupakan simulasi pilpres semi terbuka. Djayadi menyatakan dalam simulasi top of mind , Presiden Joko Widodo (Jokowi) ternyata masih dipilih 18%, disusul Prabowo (12%), Ganjar (3,5%), Sandiaga (2,6%), Basuki (2,5%), dan Risma (2,3%). Nama-nama lain hanya meraih 1,4% ke bawah.

BACA JUGA

Menhan Prabowo Subianto: Pertahankan Transparansi Tata Kelola Anggaran

Djayadi menuturkan dalam simulasi tertutup 14 nama, posisi Prabowo juga teratas yaitu meraih 25,3%, lalu Ganjar (14,7%), Anies (13,1%), Sandiaga (9,5%), Ridwan (6,9%), dan Agus (6,2%). Nama-nama lain hanya meraih di bawah 4,4%.

Djayadi menambahkan, dalam simulasi tertutup 10 nama, untuk lima besar yakni Prabowo mendapat 26%, Ganjar (15,4%), Anies (13,3%), Sandiaga (10,4%), dan Ridwan (7,5%). Menurut Djayadi, belum ada kandidat yang cukup dominan.

“Belum ada calon dominan. Ada kemungkinan Pilpres 2024 lebih dari 2 calon, katakan 3 calon. Ini berarti seorang calon menjadi cukup dominan harus memiliki 40% elektabilitas. Sekarang belum ada yagn seperti itu,” ucap Djayadi.

Survei digelar pada 25-31 Januari 2021 di 34 provinsi. Jumlah responden sebanyak 1200 orang. Angka margin of error +/- 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Responden terpilih diwawancara lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

Berita terkait: