Survei: Pemilih rasional di Pilkada Sumbar capai 46,5 persen

Pemilih rasional pada segmen ini menentukan pilihan politiknya atas dasar pertimbangan prestasi, integritas, kapasitas, kompetensi dan akseptabilitas Jakarta – Survei yang dilakukan Voxpol Center Research and Consulting pada 2-12 November 2020 menunjukkan proporsi pemilih rasional di Sumatera Barat terbilang cukup tinggi yakni sebesar 46,5 persen pada Pilkada Sumbar mendatang.   “Pemilih rasional pada segmen ini menentukan pilihan politiknya atas dasar pertimbangan prestasi, integritas, kapasitas, kompetensi dan akseptabilitas,” kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago, di Jakarta, Minggu.   Oleh karena itu, lanjut dia, rekam jejak kandidat menjadi preferensi dasar pertimbangan yang sangat penting memutuskan pilihan politik.   Pangi menyebutkan, hal ini berangkat dari asumsi pemilih tak ubahnya konsumen yang selalu berperilaku memaksimalkan manfaat yang didapatkan (utility maximation) dari setiap proses transaksi.   Model ini menjelaskan bahwa proyeksi masa depan dan evaluasi atas rekam jejak prestasi kandidat menjadi kata kunci pemilih dalam memutuskan pilihan politiknya, ujarnya dalam keterangan tertulisnya.   “Kandidat yang berprestasi menjadi pilihan paling objektif di segmen ini, janji politik yang sifatnya wacana dan sebatas angan-angan dan baru akan sangat tidak relevan mempengaruhi pemilih yang rasional, pemilih lebih percaya bukti kerja nyata ketimbang janji politik,” papar Pangi.   Sejalan dengan temuan riset Voxpol Center, lanjut Pangi bahwa pasangan Mahyeldi-Audy pemimpin yang paling layak dan berkemampuan memimpin Sumatera Barat.

Baca juga: Survei: Sosok religius modal penting raih simpati masyarakat Sumbar   Kepala daerah yang punya segudang prestasi yang sudah diakui oleh berbagai pihak, dibuktikan lewat berbagai macam penghargaan yang diraih selama menjabat sebagai Walikota Padang.   Pangi menuturkan, pada konteks akseptabilitas, Voxpol Center mencoba melakukan simulasikan pertanyaan dalam bentuk kuesioner siapakah calon gubernur/wakil gubernur yang paling layak dan berkemampuan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat 2020-2025?   Dalam temuan survei Voxpol Center menunjukkan bahwa pasangan Mahyeldi-Audy yang dinggap pemilih paling layak dan berkemampuan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat dengan perolehan presentasi sebesar 61, 9 persen setuju, sebesar 17,8 tidak setuju, tidak tahu tidak jawab sebesar 20,4 persen.   Pasangan Mulyadi-Ali Mukhni sebesar 59,4 persen setuju berkemampuan dan layak, tidak setuju dan tidak layak dengan perolehan 22,1 persen, sementara tidak tahu tidak jawab sebesar 20,3 persen.   Selanjutnya pasangan Nasrul Abit-Indra Catri dengan perolehan sebesar 54,1 persen setuju layak berkemampuan, 26 persen tidak setuju berkemampuan, tidak tahu tidak jawab sebesar 19,9 persen.   Sementara pasangan Fakhrizal-Genius sebesar 43,1 persen setuju, tidak setuju dan tidak layak sebesar 32,8 persen, sementara tidak tahu tidak jawab sebesar 24,3 persen.   “Dengan demikian, prestasi dan penghargaan punya korelasi linear/sejalan dengan indikator penilaian masyarakat soal konteks siapa yang paling layak dan berkemampuan menjadi Gubernur Sumatera Barat 2020-2025,” tuturnya.

Baca juga: Bawaslu Sumbar turunkan puluhan ribu APK langgar aturan   Perlu diketahui, prestasi dan penghargaan terbaru Walikota padang non-aktif Mahyeldi terpilih menjadi Walikota terbaik se-Indonesia versi Metro TV. Warga Sumatera Barat patut berbangga salah satu putra terbaiknya menerima penghargaan bergengsi ini.   Dengan demikian pemilih Sumatera Barat terkenal dari pemilu ke pemilu, presentase pemilih rasionalnya sangat lah tinggi. Hal ini tentu saja akan menguntungkan calon kepala daerah yang punya banyak prestasi dan penghargaan.   Survei Voxpol Center tersebut menggunakan metode multistage random sampling dengan 800 responden. Margin of error sebesar kurang lebih 3,47 persen. Level of confidence sebesar 95 persen. Quality control 20 persen.   Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.

Baca juga: Zulkifli Hasan minta kader PAN kerja keras menangkan Pilkada Sumbar
Baca juga: Bawaslu Sumbar bubarkan 90 kampanye langgar prokes

Berita terkait: