Suporter PSM Menyayangkan Ketidakseriusan Juku Eja Menghadapi Lanjutan Shopee Liga 1 2020

Bola.com, Makassar – Suporter PSM Makassar mulai gerah dengan langkah manejemen Tim Juku Eja, yang terkesan lamban mempersiapkan skuad dalam menghadapi lanjutan Shopee Liga 1 2020 pada awal Oktober mendatang.

Sampai saat ini, PSM menjadi satu-satunya tim yang belum menggelar latihan bersama. Apalagi, kondisi tersebut dibarengi dengan munculnya berbagai rumor terkait rencana sejumlah pemain pilar yang ingin hengkang ke klub lain.

Kabar terbaru, kapten PSM, Wiljan Pluim, dirumorkan bakal berlabuh ke Persija Jakarta mengikuti jejak rekan senegaranya Marc Klok. Begitu pun dengan striker asal Brasil,Giancarlo Rodriquez, yang belum memastikan kapan bisa kembali ke Makassar.

Menariknya, kedua pemain ini sudah menghapus nama PSM di bio instagram masing-masing sejak pekan lalu. Manajemen PSM lewat Sulaiman Karim, media officer, mengungkapkan alasan skuat Tim Juku Eja belum juga mengumpulkan pemain untuk latihan bersama.

“Kami terkendala lapangan untuk berlatih di Makassar. Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, kondisinya tak terawat lagi karena akan di renovasi. Sedang Stadion Kalegowa yang jadi alternatif ternyata pembangunannya belum sepenuhnya rampung,” ujar Sulaiman kepada Bola.com beberapa waktu lalu.

Pernyataan Sulaiman ditanggapi dingin pentolan suporter PSM, Andi Coklat. Menurut eks jenderal lapangan The Macz Man ini, sebagai klub papan atas yang ditopang oleh Bosowa Grup, faktor lapangan terlalu sumir untuk dijadikan alasan. Karena klub lain seperti Barito Putera dan Persipura Jayapura sudah melakukan persiapan diluar markas mereka.

“Barito sudah latihan di Yogyakarta yang nanti akan jadi markas mereka pada lanjutan Liga 1 2020. Begitu pun dengan Persipura yang sudah berada di Batu, Malang ,” tegas Coklat kepada Bola.com, Kamis (17/9/2020).

“Terus terang, sebagai orang luar manajemen, saya menilai PSM memang tidak serius menghadapi lanjutan Liga 1 2020. Dengan kata lain, Juku Eja hanya sekadar menjalankan kewajiban sebagai peserta. Apalagi musim ini tidak ada degradasi dan AFC Cup 2020 juga dibatalkan,” lanjutnya.

 

Ingatkan Janji CEO PSM

PSM Makassar (Bola.com/Adreanus Titus)

Pentolan suporter lainnya, M. Zulfikar mengingatkan janji yang pernah diumbar Munafri Arifuddin selaku CEO PSM jelang kompetisi Liga 1 2020 digelar.

Saat itu, Munafri yang saat ini tengah fokus dengan pencalonannya sebagai walikota Makassar pada Pilkada 2020 berjanji akan mengangkat PSM berprestasi lebih baik dari musim sebelumnya.

“Manajemen PSM harus menghadirkan prestasi untuk menjawab ekspektasi kami yang sudah terlanjur besar karena janji itu. Bukan malah bernarasi dengan berbagai asumsi seperti lapangan dan tak adanya tim yang terdegradasi,” tutur Zulfikar yang termasuk pendiri The Macz Man sektor kampus.

PSM Terkesan Menutup Diri

Pemain PSM Makassar, Rizky Pellu, saat sesi latihan jelang laga Shopee Liga 1 di Stadion Sport Center Tangerang, Kamis, (5/3/2020). PSM Makassar akan berhadapan dengan Persita Tangerang. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Zulfikar menambahkan, dalam kondisi seperti ini, manajemen PSM Makassar juga terkesan pelit atau menutup diri dalam berbagi informasi terkait kondisi tim. Ia merujuk media sosial resmi PSM yang tidak seaktif sebelumnya.

“Kalau memang PSM serius menatap persaingan di lanjutan Liga 1 2020 pasti sudah melakukan persiapan seperti tim lainnya. Fakta saat ini, tim belum latihan bersama,” kata Zulfikar.

“Beruntung sejumlah pemain PSM berinsiatif latihan sendiri dengan membuat klub ‘dadakan’ dengan nama Katti-Katti FC. Mereka rutin berlatih dan menggelar pertandingan amal,” pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini