Strategi PT PP Dongkrak Kinerja Perusahaan di Tengah Pandemi Covid-19

Merebaknya pandemi Covid-19 secara global termasuk Indonesia yang dimulai sejak awal tahun 2020 mengubah kebiasaan dan gaya hidup masyarakat. Hal tersebut sangat berdampak besar dalam semua sektor kehidupan. Tak hanya sektor kesehatan, namun sektor ekonomi dan ketenagakerjaan turut menuai dampak signifikan.

Menyikapi perubahan ini, Perusahaan BUMN, PT PP (Persero) Tbk telah menyusun dan menetapkan berbagai program kebijakan dan strategi perusahaan di tengah pandemi Covid-19.

“Di masa pandemi Covid-19 ini telah membuat banyak perusahaan mengubah cara menjalankan proses bisnis. Bahkan tidak sedikit perusahaan yang harus mendaur ulang rencana bisnis perusahaannya. Tentunya hal tersebut dilakukan oleh perusahaan untuk dapat bertahan dan bangkit di masa pandemi ini,” kata Sekretaris Perusahaan PT PP, Yuyus Juarsa di Jakarta , Kamis (8/4).

Seperti yang kita ketahui, pandemi Covid-19 ini bukan hanya masalah kesehatan global tetapi sudah berubah menjadi bencana ekonomi dunia. Banyak sekali sektor usaha yang terdampak akibat merebaknya wabah tersebut termasuk dunia konstruksi. Oleh karena itu, Perseroan telah menuangkan berbagai kebijakan strategi untuk jangka pendek, menengah, dan panjang.

Di tengah tekanan pandemi Covid-19, Pencapaian kinerja perusahaan sepanjang 2020 masih terbilang cukup baik di mana dalam kondisi pandemi, Perseroan masih dapat membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp266 miliar, di mana pencapaian tersebut berhasil melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan tahun 2020 (audited), Perseroan membukukan laba kotor dari kinerja operasi sebesar Rp2,17 triliun. Rasio utang berbunga Perseroan masih berada pada angka 1,32x dari 2,5x covenant. Hal tersebut mencerminkan bahwa rasio utang Perseroan masih jauh di bawah covenant (batas utang) yang ditetapkan oleh perbankan.

“Tentunya hal tersebut menjadi keyakinan tersendiri bagi perusahaan untuk terus optimis di masa pandemi Covid-19 ini. Perseroan juga telah menetapkan kinerja di tahun 2021 ini dapat bertumbuh dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.”

Guna menjalankan visi perusahaan yang unggul, bersinergi, dan berkelanjutan, Perseroan menyusun berbagai strategi perusahaan baik jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang.

Untuk strategi perusahaan jangka pendek, Perseroan telah menuangkan strategi tersebut ke dalam buku Rencana Kerja Anggaran Perusahaan 2021.

Di mana dalam strategi jangka pendek PTPP berorientasi kepada 5 fokus prioritas Kementerian BUMN, yaitu Nilai Ekonomi & Sosial, Inovasi Model Bisnis, Kepemimpinan Teknologi, Peningkatan Investasi, dan Pengembangan Talenta. Dalam sektor Nilai Ekonomi & Sosial, salah satu strategi yang akan dijalankan oleh Perseroan, yaitu dengan berfokus pada segmen Champion (Seaport dan Power Renewables).

Inovasi Bisnis

Dalam inovasi model bisnis, salah satu yang akan dijalankan oleh Perseroan di tahun ini dengan melakukan penyelarasan sistem Induk dan Anak Perusahaan. Di mana dalam Kepemimpinan Teknologi, Perseroan akan mempercepat pengembangan smart construction technology. Sementara itu, Perseroan juga akan mengembangkan global talent readiness program di bidang SDM.

Tidak hanya menyusun strategi jangka pendek, Perseroan juga telah menyusun strategi jangka menengah dan jangka panjang untuk terus bertumbuh dan berkelanjutan.

Di mana beberapa strategi yang telah disusun meliputi memperluas kepemimpinan, investasi (perputaran nilai), penyelarasan lini bisnis, dan memperkuat kapabilitas perusahaan. Perkuatan aspek strategi dengan bertransformasi menyesuaikan diri (adaptif) dalam menghadapi masa pandemi telah dan akan dilakukan oleh Perseroan dengan menerapkan beberapa strategi atau kebijakan bisnis, yaitu melakukan transformasi portofolio bisnis, transformasi unit bisnis, transformasi organisasi, transformasi tata Kelola binis, dan transformasi pengelolaan inovasi, teknologi & corporate knowledge.

Dalam bidang investasi, Perseroan akan memfokuskan pada selective investment dimana proyek-proyek investasi yang memiliki BEP cepat akan menjadi prioritas perusahaan saat ini. Selain itu, smart recycling asset akan difokuskan kepada proyek-proyek jalan tol yang telah diselesaikan pembangunannya dan memiliki profitabilitas yang baik. Hasil smart recycling asset akan digunakan Kembali untuk membiayai proyek-proyek investasi berikutnya yang menurut perusahaan memiliki nilai profitabilitas yang jauh lebih menguntungkan.

“Kita meyakini bahwa kondisi perusahaan yang terjadi akibat pandemi Covid-19 hanyalah bersifat sementara. Perseroan sebagai salah satu perusahaan BUMN di Indonesia tentunya telah memiliki strategi jitu dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini yang dituangkan dalam Business Continues Plan (BCP) untuk tumbuh berkelanjutan,” tutur dia.

“Adanya dukungan pemerintah terhadap pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19, seperti kebijakan pemberian insentif dalam pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) pada sektor properti dan penurunan tarih PPh Final atas Jasa Konstruksi akan memberikan optimisme tersendiri bagi Perseroan,” tutup Yuyus.

Sumber: Liputan6.com

Berita terkait: