Stok Menipis, Dishanpan Jateng akan Impor Bawang Putih dari China

Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jawa Tengah mencatat ketersediaan bawang putih di wilayah Jateng tidak mencukupi kebutuhan. Sebab, saat ini harga eceran tertinggi (HET) bawang putih di pasaran sudah mencapai Rp30.000 per kg.

“Kondisi ini harus segera diatasi. Apalagi ini juga mau bulan puasa dan lebaran. Kita tunggu kebijakan dari pusat. Apakah nanti mau impor atau ada kebijakan lain,” kata Kepala Dishanpan Jateng, Agus Wariyanto di Semarang, Rabu (3/3).

Dia menyebut berdasarkan neraca ketersediaan pangan Jateng tahun 2020, kebutuhan bawang putih masyarakat di provinsi tersebut mencapai 64.106 ton. Sementara, ketersediaan bawang putih hanya sekitar 31.715 ton, karena masalah ketersediaan bawang putih memang tidak bisa dipenuhi dengan produksi dalam negeri.

“Berarti ada minus sekitar 32.391 ton. Memang bawang putih kita sempat mengalami surplus pada April 2020 saat panen. Tapi, setelah itu terus mengalami minus. Bawang putih itu kan tergolong tanaman subtropis. Jadi kurang berkembang di Indonesia,” jelasnya.

Di wilayah Jateng ada beberapa daerah yang menjadi sentra penghasil bawang putih seperti Temanggung, Karanganyar, dan Kabupaten Tegal. Karena pasokan dari daerah-daerah itu tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Maka, pemerintah harus melakukan impor ke negara penghasil bawang putih, yakni China.

Berita terkait: