Status Sekjen PBSI Listyo Sigit akan ditentukan pada agenda pelantikan

Jakarta – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menyebutkan status jabatan Listyo Sigit sebagai Sekretaris Jenderal akan diputuskan dalam agenda Pelantikan Pengurus yang akan berlangsung di Jakarta Utara, Jumat.

Menurut informasi yang disampaikan Kepala Bidang Humas dan Media Broto Happy yang ditemui di Jakarta, Kamis, status Listyo Sigit di PBSI akan diketahui besok mengingat ia juga baru terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) pada 3 April.

“Memang belum tahu ke depannya akan bagaimana, mana yang akan dipilih. Tapi sesuai dengan AD/ART PP PBSI Pasal 14 ayat 2 disebutkan tidak boleh rangkap jabatan di organisasi cabang olahraga lain,” kata Broto menjelaskan.

Baca juga: PBSI terapkan prokes ketat jelang pelantikan pengurus 2020-2024

Oleh karenanya kehadiran pria yang juga menjabat sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia itu akan sangat dinantikan mengingat jabatan yang ia emban di PBSI merupakan posisi penting.

Saat ditanya cabang olahraga mana yang akan dipilih oleh Listyo, Broto enggan mengomentari hal tersebut karena menjadi hak pemegang jabatan untuk memutuskan.

“Saya tidak bisa komentar soal itu ya, biar besok saja diketahui langsung apakah Pak Listyo akan tetap di PBSI atau tidak. Belum ada ‘bocoran’ soal pilihannya, biar dia yang menentukan karena itu hak beliau,” pungkas Broto.

Baca juga: PBSI umumkan jajaran pelatih Pelatnas 2021

Agenda pelantikan ini rencananya akan dihadiri Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman dan Ketua Umum Komite Olimpiade Nasional (NOC) Raja Sapta Oktohari. Sementara Menteri Pemuda dan Olahraga RI Zainudin Amali masih dalam proses konfirmasi.

Namun sayangnya dalam agenda pelantikan pengurus tidak ada perwakilan atlet penghuni Pelatnas Cipayung karena masih memprioritaskan sesi latihan.

“Atlet tadinya mau kami undang, tapi kegiatan mereka sudah penuh. Besok ada tes fisik. Lalu yang ganda putra baru pulang dari Jawa Tengah dan tidak bisa dilibatkan. Dan ini kan hanya seremonial, yang penting latihan,” Broto menjelaskan.

Baca juga: PBSI batalkan Indonesia Masters Super 100 karena pandemi

Berita terkait: