Sriwijaya Air akan Evaluasi Internal Usai Kecelakaan Pesawat SJ-182

Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Jauwena mengatakan, akan melakukan evaluasi internal setelah jatuhnya satu armada maskapai tersebut dengan nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta -Pontianak di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/01).

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti KNKT dan Perhubungan,” kata Jefferson setelah tabur bunga di KRI Semarang, Kepulauan Seribu, dikutip Antara, Jumat (22/1).

Namun, dia belum memberikan detail langkah evaluasi internal yang dilakukan karena masih menunggu hasil laporan kecelakaan dari otoritas terkait. Saat ini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang menganalisa data rekaman penerbangan SJ-182 untuk mengungkap penyebab jatuhnya pesawat yang dipimpin Kapten Pilot Afwan tersebut.

Sebelummya, dia mengungkapkan Sriwijaya Air SJ-182 dalam kondisi baik saat terbang. Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 merupakan pesawat jenis Boeing 737-500 buatan tahun 1994 atau berusia sekitar 27 tahun.

Selain itu, dia juga memastikan akan memenuhi hak bagi ahli waris korban pesawat SJ-182. “Kami akan berkomitmen untuk secepatnya memberikan hak-hak korban,” imbuhnya.

Sebelumnya proses penyerahan santunan dimulai secara simbolis kepada ahli waris korban pada Rabu (20/01) yang dilakukan di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta.

Santunan yang diserahkan kepada pihak ahli waris senilai Rp1,25 miliar sesuai peraturan pemerintah dan tambahan senilai Rp250 juta sebagai santunan ganti rugi lain-lain. Dengan begitu maka total santunan yang Sriwijaya Air berikan adalah Rp1,5 miliar.

Berita terkait: