Sri Mulyani Beberkan Sederet Transformasi Digital Kemenkeu Kelola Keuangan Negara

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan di dalam mengelola negara sebesar Indonesia diperlukan pengelolaan keuangan negara yang handal. Salah satunya bisa melalui transformasi digital.

“Indonesia adalah negara besar, dari Sabang hingga Merauke dari Miangas hingga Pulau Rote. Untuk mengelola negara sebesar Indonesia, dibutuhkan pengelolaan keuangan negara yang handal,” ungkapnya dalam acara Festival Transformasi 2020, Senin (27/10).

Transformasi digital pada Kementerian Keuangan merupakan proses jangka panjang yang difokuskan pada upaya memenuhi kebutuhan klien internal yang ekspektasinya sudah sangat berubah. Di mana para pegawai Kemenkeu yang hampir 70 persen-nya milenial yang sudah digital native (melek digital) serta masyarakat dan stakeholder (pemangku kebijakan) yang makin terbiasa dengan pemanfaatan teknologi.

Beberapa contoh transformasi digital internal Kemenkeu antara lain Activity-Based Workplace (ABW), Fleksible Work Place (FWS), e-Kemenkeu ( office automation ), Kemenkeu e-Learning Center (KLC).

Selanjutnya

sri mulyani beberkan sederet transformasi digital kemenkeu kelola keuangan negara

Pelayanan digital Kemenkeu untuk eksternal antara lain layanan digital Kemenkeu tanpa datang fisik ke Kemenkeu. Integrasi proses bisnis penganggaran sehingga makin cepat, transparan dan reliabel. Satu layanan data Kemenkeu bertujuan membangun single source of trust (data tunggal) di Kemenkeu yang membantu proses penyusunan kebijakan yang berbasis data.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan beberapa terobosan diantaranya antara lain seperti sistem Online Monitoring Sistem Perbendaharaan Anggaran Negara (OM SPAN) untuk pencairan belanja Kementerian/Lembaga (K/L), penganggaran, dan laporan keuangan yang dilahirkan Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

Sistem tersebut menjadi solusi secara online dan real time untuk mengatasi tantangan jarak hingga ke pelosok dan memperkecil resiko keuangan. Kemudian Sistem Informasi (SI) juga dibangun oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) beserta e-corporate pada sistem keuangan.

Shared service (layanan berbagi) dan government payment platform bertujuan membangun sistem pembayaran common expenses (pembayaran tagihan umum rutin) yang rutin dievaluasi. Evaluasi juga dilakukan dalam dengar pendapat pegawai Kemenkeu lewat survey dan acara Townhall yang disampaikan langsung kepada Menkeu.

Namun demikian, transformasi digital bukan hanya sekedar membangun infrastruktur teknologi dan informasi tetapi juga mengubah budaya kerja, re-skilling (meningkatkan keahlian) SDM dan re-shaping (membentuk kembali) proses bisnis, membangun mindset yang fokus pada user experience (pengguna) dan terbuka terhadap feedback (umpan balik).

“Kemenkeu akan terus melakukan inovasi dan investasi di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan teknologi terkini untuk meningkatkan kehandalan fungsi Kementerian Keuangan penting agar Kemenkeu menjadi institusi yang tepercaya dan handal dalam menjaga perekonomian Indonesia,” pungkasnya.

Baca juga:
Sri Mulyani Bangga Peserta Olimpiade APBN Tahun Ini Meningkat Tajam
Jadi Juri Debat Olimpiade APBN, Sri Mulyani Kagum dengan Jawaban Anak SMA
Wamenkeu Sebut Banyak Perusahaan Asuransi Tak Bisa Cairkan Klaim Sesuai Ketentuan
Di Pertemuan G20, Menkeu Sri Mulyani Soroti Kerjasama Dunia Atasi Perubahan Iklim
Selama WFH, Sri Mulyani Bakal Larang Pegawai Kemenkeu Rapat Saat Jam Anak Sekolah
Jadi Juri Debat APBN, Sri Mulyani Lontarkan Pertanyaan Sulit soal Hadapi Pandemi
Sri Mulyani Ingin Anak Buahnya Bagikan Ilmu Pengelolaan Keuangan Negara Lewat Buku

Berita terkait: