Soal Vonis Penyerang Novel, Prof Romli: Hormati Putusan Hakim

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada Kamis (16/7/2020) malam menjatuhkan vonis selama 2 tahun penjara kepada Rahmat Kadir Mahulette dan 1,5 tahun penjara kepada Ronny Bugis karena terbukti melakukan penganiayaan yang menyebabkan luka berat terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan .

Terkait vonis tersebut, guru besar hukum pidana dari Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung, Profesor Romli Atmasasmita berharap semua pihak menghormati putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

“Kita semua tentu harus hormati putusan majelis hakim,” kata Prof Romli ketika dihubungi wartawan, Jumat (17/7/2020).

Menurutnya, vonis 2 tahun dan 1,5 tahun yang dijatuhkan pada pelaku Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis jangan sampai menjadi bola liar dan dimanfaatkan oleh kepentingan lain.

“Kalau hakim memutuskan tidak bisa dibilang hakim tidak adil, kalau tidak puas kan masih ada langkah berikutnya,” tegasnya.

Bukan hanya dalam kasus ini, lanjut Prof Romli, namanya masyarakat, terdakwa, atau korban jangan asal protes. “Kalau nggak puas sama hakim, naik lagi. Sampai kasasi, nanti baru kelihatan. Putusan itu dibuat berdasarkan fakta hukumnya seperti apa,” ucapnya.

“Bawa buktinya, laporkan. Kalau nggak ada buktinya, bisa berbalik, ada undang-undangnya itu,” sambung Prof Romli.

Prof Romli meminta masyarakat tidak buru-buru ribut, teriak ada rekayasa. “Ada tiga aspek dari tujuan hukum. Kepastian hukum, keadilan dan manfaat. Teorinya hukum yang digunakan bisa ada tiga-tiganya,” pungkas Prof Romli.

Berita terkait: