SMK Model PGRI 1 Mejayan Jadi Contoh Sukses “Link and Match”

Dirjen Vokasi Kemdikbud, Wikan Sakarinto gencar mendorong pendidikan vokasi melakukan link and match atau “pernikahan massal” dengan industri dan dunia kerja. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Model PGRI 1 Mejayan, Madiun, Jawa Timur menjadi salah satu SMK yang cepat merespon program tersebut.

Kepala SMK Model PGRI 1 Mejayan, Sampun Hadam mengatakan, telah melakukan pernikahan massal dengan PT Inka dan kini lahir inovasi yang sangat kreatif berupa mobil listrik UMKM SMK Model.

Sampun menyebutkan, pembuatan mobil listrik ini lahir dari program teaching factory. Dalam hal ini, PT Inka Group telah memberikan pendampingan dan bimbingan bagi siswa SMK Model PGRI 1 Mejayan, mulai dari perencanaan layout bodi mobil, perencanaan peralatan, dan perencanaan produksi.

“Kerja sama SMK Model PGRI 1 Mejayan dengan PT Inka Group merupakan bagian dari pernikahan pendidikan vokasi dengan dunia industri seperti yang diharapkan  Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto,” kata Sampun dalam siaran pers yang diterima SP, Sabtu (25/7/2020).

Sampun menjelaskan, teaching factory yang sudah berjalan sampai saat ini bersama PT Inka Group di antaranya adalah program pembuatan kursi kereta api yang dikirimkan ke Bangladesh, pembuatan baut kereta api, dan box painting kereta api. Kini, mobil listrik hasil karya siswa dan guru SMK Model PGRI 1 Mejayan tersebut telah berperan serta mendukung kemajuan UMKM di Kabupaten Madiun.

Sampun menjelaskan pembuatan mobil listrik menyasar UMKM karena kelompok tersebut menjadi penyumbang hingga 60 persen perekonomian dalam negeri. UMKM juga tergolong usaha yang mampu bertahan saat terjadi krisis ekonomi.

“UMKM saat ini menjadi usaha yang paling banyak diminati masyarakat di Indonesia, khususnya di pedesaan. Hadirnya mobil listrik adalah salah satu strategi untuk melambungkan UMKM di Kabupaten Madiun,” ujarnya.

Sampun juga mengaku bangga karena pengembangan mobil listrik UMKM mendapat dukungan dari Bupati Madiun, Ahmad Dawami. Bahkan, pria yang akrab dipanggil Kaji Mbing itu berkunjung ke sekolah untuk melihat keberadaan mobilnya.

Dalam kesempatan itu, Kaji Mbing berjanji untuk mendorong mobil listrik UMKM SMK Model dapat diproduksi massal. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan Kabupaten Madiun, tetapi juga provinsi Jawa Timur.

Kaji Mbing juga berjanji akan berkoordinasi untuk kemudahan produksi massal mobil UMKM SMK Model tersebut. Selain itu, ia juga memberikan sejumlah masukan terkait estetika mobil seperti bodi mobil, kenyamanan mobil, sampai branding nama mobil. Termasuk memberikan usul penggantian brand mobil listrik UMKM SMK Model menjadi MKP yang merupakan singkatan dari Mobil Kampung Pesilat dengan tetap mencantumkan nama SMK Model ukuran kecil tetapi tidak di depan.

Hal ini mengingat nama Kampung Pesilat sudah dipatenkan secara nasional dan nama Kampung Pesilat lebih dikenal di semua kalangan masyarakat, baik masyarakat Kabupaten Madiun maupun masyarakat di Indonesia.

Berita terkait: