Sindir Raffi Ahmad, Dokter Tirta: Vaksin Pertama Belum Berarti Menang

Tangan kanannya tetap terus memegang telepon pintar, sedang lengan kiri dipersiapkan untuk menerima vaksin Covid-19 Sinovac. Tiap aktivitas, dari cara tim medis mengambil ampul vaksin di cool box , menarik jarum suntik hingga mengganti sarung tangan karet, tiap pergantian orang yang divaksin, diceritakan kepada netizen .

Bahkan sang dokter nyentrik, Tirta Mandira Hudhi yang lebih dikenal masyarakat sebagai influencer , terus menceritakan tahap demi tahap proses vaksinasi di Puskesman Ngempak 2 Sleman DI Yogyakarta.

Gaya bahasanya yang spontan, sedikit berlanggam Jawa, tak ayal membuat orang sedikit terpengaruh.

Bahkan sepanjang proses, hingga harus istirahat selama setengah jam, dr Tirta tampak tak melepaskan obrolannya dengan netizen .

Sebenarnya, dr Tirta sempat menawar dan minta suntikan vaksin di lengan kanannya. Namun petugas menolaknya. “Tangan kiriku kebak (penuh) tato,” katanya. Mendengar pernyataan itu, spontan para jurnalis menjawab, “ Ora popo (tidak apa-apa) , ” disertai gelak tawa para tenaga medis.

Mengapa disuntik di Puskesmas Ngempak? Ternyata memang domisili KTP dr Tirta, di Kelurahan Condong-catur Depok Sleman. Selain itu, semasa kuliah di Kedokteran UGM pun sempat bertugas di Puskesmas Turi Sleman.

Menjadi salah satu nama yang masuk dalam daftar penerima vaksin Covid-19 perdana di wilayah Kabupaten Sleman, dr Tirta pun menunaikan janjinya untuk melakukan tayangan live Instagram saat dirinya mendapat suntikan vaksin Covid-19 tersebut, melalui akun instagram miliknya, @dr.tirta.

Seperti diketahui, vaksinasi Covid-19 di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai dilaksanakan pada Kamis (14/1/2021) dan baru digelar di wilayah Kota Yogyakarta dan kabupaten Sleman.

Tapi ujar dr Tirta, habis divaksin jangan langsung gegabah, bebas dan bisa seenaknya lalai pada protokol kesehatan.

Kepada followers -nya, relawan Covid-19 yang getol mengkampanyekan protokol kesehatan dan menggalang bantuan untuk tenaga medis itu, mengkritik apa yang dilakukan artis Raffi Ahmad.

Tirta Mandira Hudhi menyebut ulah itu bisa berdampak kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

“Jadi viral di Twitter bahwa ternyata sesudah divaksin, mengadakan party , terlibat dengan pesta dan melanggar PPKM sehingga menjadi pukulan yang sangat keras bagi pihak Istana dan pemerintah serta satgas Covid-19 karena Rafli termasuk influencer vaksin,” ujar Tirta.

Segera harus dicarikan solusi, klasifikasi dari pihak Raffi Ahmad dan Istana agar masyarakat tidak gaduh.

“Karena di Twitter sangat gaduh, ada ungkapan kecewa, kok yang diundang malah berpesta pora seolah-olah menang. Tapi itu kembali lagi menjadi urusan Raffi dan Istana. Semoga pihak-pihak terkait melakukan klarifikasi,” ungkapnya.

Bahkan lanjut drTirta, vaksin ini efektif setelah dua kali. “Makanya, selama 14 hari sebelum vaksin kedua, seseorang yang divaksin, harus istirahat, tetap menggunakan masker dan menjaga imun tubuh, agar vaksin membentuk antibodi baru. “Jadi tunggu dua minggu dulu baru vaksin lagi, booster . Jadi bukan berarti langsung menang. Saya baru melaporkan masalah ini ke Pak Doni Monardo jadi biar dia yang memberikan statement ,” jelas dr Tirta.

Sama seperti tokoh masyarakat lain menjadi trigger vaksinasi, dr Tirta pun harus melewati empat meja, baik dari pendaftaran hingga meja terakhir yakni pemberian sertifikat.

Selain menjabarkan proses penyuntikan vaksin, dr Tirta juga menunjukkan kepada masyarakat dunia maya, bahwa vaksin yang disuntikkan untuk dirinya, sama dengan yang untuk Presiden RI Joko Widodo. Bahkan menanggapi nyinyiran netizen soal box pembungkus yang berbeda dari sebelumnya, tak kalah gesit Tirta menjawab, kalau box vaksin yang dilihat sebelumnya atau yang berwarna oranye, adalah vaksin yang masih diuji. Sedangkan yang saat ini resmi digunakan, sudah lulus berbagai uji klinis, termasuk ke-halalannya.

“Nih, apa yang disuntik ke Pak Jokowi, juga disuntikkan ke kita. Jadi mau Presiden atau rakyat jelata, vaksinnya sama,” papar dr Tirta.

Berita terkait: