Sidik Saimima bandingkan metode Shin Tae-yong dengan pelatih lokal

Saya melihat Coach Shin salah satu pelatih Asia yang disiplin Jakarta – Gelandang Bali United Sidik Saimima membandingkan metode pelatihan Shin Tae-yong yang tak jauh berbeda dengan para pelatih lokal karena sama-sama menekankan kedisiplinan terhadap para pemain.

“Tipikal Coach Shin yang keras dan disiplin ini sebenarnya juga tidak terlalu jauh berbeda dengan tim pelatih lokal yang ada di Indonesia,” ujar Saimima seperti dikutip laman resmi klub, Kamis.

“Berbeda mungkin dari cara melatih dan strategi, tapi secara keseluruhan juga pelatih lokal sama bagus kualitasnya,” katanya menambahkan.

Baca juga: Shin Tae-yong sebut perkembangan timnas U-19 terhambat tanpa uji coba

Sebelumnya, Saimima menjadi satu dari tiga pemain Bali United yang dipanggil untuk menjalani pemusatan latihan di Jakarta pada Desember lalu selain Kadek Agung dan Nadeo Arga Winata.

Ketiganya mendapat panggilan dari Shin Tae-yong untuk dipersiapkan di ajang SEA Games 2021 di Vietnam nanti. Ia bersyukur mendapat pengalaman baru dan merasakan langsung sentuhan dingin Shin Tae-yong yang dinilai keras.

“Saya melihat Coach Shin salah satu pelatih Asia yang disiplin. Banyak hal yang diterapkan mengenai kedisiplinan. Mulai dari pola makan, minum, latihan dan istirahat,” kata dia.

Saat TC kemarin, Shin langsung menggodok para pemain dengan latihan fisik serta mental. Penempaan yang dilakukan Shin persis seperti yang diterapkan bagi timnas U-19.

Baca juga: Shin Tae-yong tekankan daya tahan tubuh dalam latihan timnas U-23

Namun bagi para pemain timnas U-23, pemulihan kondisi fisik menjadi yang diprioritaskan, sebab mereka sudah tak menjalani latihan ketat selama 10 bulan lamanya sejak kompetisi Liga 1 Indonesia ditangguhkan.

“Yang ditekankan Beliau juga adalah perihal fisik dan mental setiap pemain saat latihan. Saya menikmati juga setiap sesi latihan waktu itu,” kata dia.

Saimima adalah salah satu rekrutan pemain muda Serdadu Tridatu awal tahun 2020. Kehadiran Saimima di lini tengah menjadi modal sentral skuat asuhan Stegano Cugurra Teco mengarungi Liga 1 dan Piala AFC 2020. Namun sayang, sejak pandemi COVID-19 di Indonesia menyebabkan kompetisi harus dihentikan.

Baca juga: TC timnas U-23 ditutup dengan gim internal

Berita terkait: