Si Benteng, Moda Transportasi Bergaya Retro di Kota Tangerang

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang hingga kini terus memperbaiki kualitas pelayanan transportasi. Yang terbaru, Pemkot Tangerang meluncurkan dua moda transportasi baru yang dianggap layak dengan meluncurkan angkutan kota bergaya retro yang diberi nama Si Benteng. Satu lagi, bus rapid transit (BRT).

Si Benteng merupakan jenis angkutan kota biasa yang kerap berseliweran di berbagai kota di Tanah Air. Namun, gaya retro angkot yang dimiliki Pemkot Tangerang ini menjadi ciri khas dari Si Benteng. Hal menarik lainnya dari angkot ini, adalah adanya air conditioner (AC) yang melengkapi kemewahan angkot berbasis Suzuki ini. Sebenarnya, kemunculan angkot ini sempat menjadi polemik di masyararakat, lantaran hampir satu setengah tahun sejak pengadaannya sempat mangkrak.

Angkot yang melayani empat rute, yakni rute 1 Gandasari-Gajah Tunggal, rute 2 Gajah Tunggal-Kampung Ledug, dan rute 3 Taman Cibodas-Situ Bulakan, serta rute 4 melayani jalur Terminal Cimone-Pasar Lama, ini, resmi dioperasikan pada Sabtu (10/1/2021) lalu.

Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin yang meresmikan pengoperasian berharap, 80 angkot tersebut akan menarik orang untuk naik angkot dan mengurangi kemacetan di Kota Tangerang.

“Kita sengaja membuat desain angkotnya semenarik mungkin untuk bisa menggaet masyarakat agar beralih menggunakan transportasi publik. Ini guna mengurangi kemacetan di Kota Tangerang. Desainnya menarik dan interiornya mewah dengan menggunakan jok kulit. Si Benteng juga dilengkapi AC sehingga bisa membuat orang nyaman saat naik kendaraan publik. Satu lagi kelebihannya, harga tarifnya juga relatif murah yakni jauh-dekat cukup Rp 2.000,” ungkap Sahcrudin.

BACA JUGA

Tiga Kepala Daerah di Tangerang Raya Siap Jalani Vaksinasi Covid

Selai desain dan kemewahan interior serta harga tarifnya yang murah, si Benteng juga menyiapkan 10 titik pemberhentian di masing-masing trayeknya. Sehingga, memudahkan orang untuk menunggu.

“Nantinya metode pembayarannya wajib menggunakan nontunai dan tidak bisa dengan uang cash. Nanti sopir akan memberikan struk sebagai bukti bayar, tetapi disarankan untuk menggunakan nontunai. Ini sebagai upaya meningkatkan layanan digital di moda transportasi kita. Selain itu, untuk menunjang kemewahannya, penumpang juga disediakan colokan listrik agar selama perjalanan mereka bisa mengecas handphone,” tambahnya.

Tak hanya menyiapkan angkot si Benteng sebagai moda transportasi baru, Pemkot Tangerang juga meluncurkan koridor empat layanan BRT. Moda ini sebelumnya diluncurkan pada Februari 2020 lalu. Bus BRT yang diberi nama Bus Tayo ini dibuat mirip dengan bus seperti dalam film animasi Tayo yang ditayangkan televisi swasta dan jadi film kegemaran anak-anak.

Saat peluncuran dulu, Bus Tayo telah melayani tiga koridor, yakni koridor 1 melayani rute Poris Plawad-GOR Jatiuwung-Jatake. Koridor dua rutenya Poris Plawad-Cibodas, dan koridor tiga melayani CBD Ciledug-TangCity. Kini, layanan bertambah satu koridor, yaitu Bandara Soekarno Hatta-Cadas.

Bus BRT ini sudah menggunakan pakai sistem electronic data capture (EDC) atau pembayaran online dan tentunya dengan fasilitas AC.

“Mudah-mudahan, bus Tayo koridor 4 ini memfasilitasi masyarakat Kota Tangerang yang bekerja di Bandara Soekarno-Hatta yang jumlahnya 6.000-an. Mudah-mudahan juga dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan akan mengurangi kemacetan di Kota Tangerang,” katanya.

Berita terkait: