SHKJ Hadirkan Penanganan Komprehensif Otot dan Tulang

Kesehatan tulang dan otot sangatlah penting untuk dijaga. Sebab, tulang berperan untuk menopang dan menyeimbangkan beban tubuh. Serta dengan bantuan pergerakan otot, tulang pun dapat bergerak untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Ketua Sports, Shoulder, Spine, & Foot & Ankle Clinic Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), dr Henry Suhendra SpOT menjelaskan, bergerak dengan bebas merupakan keinginan semua orang dari segala usia. Sayangnya, fakta menunjukkan setelah melewati usia 45 tahun tulang berisiko mengalami gangguan yang akan membatasi aktivitas.

“Hal itu karena setiap tahunya setelah manusia berusia 35 tahun akan mengalami penurunan massa otot sebesar 2 persen. Jika hal tersebut terus berlanjut akan berpotensi membuat otot yang tipis dan hal sama pun terjadi pada tulang. Sehingga tulang bisa mudah patah. Tidak hanya itu, akan ada banyak masalah kesehatan lainnya yang akan dialami,” ungkap Henry di sela webinar media gathering SHKJ, Senin (20/7/2020).

Henry mengatakan, sebagian besar dari berbagai masalah tersebut dapat diatasi jika pasien mendapatkan penanganan ortopedi yang tepat. Untuk menjawab kebutuhan akan penanganan ortopedi, khususnya gangguan dan perawatan sistem otot dan tulang, SHKJ mengembangkan klinik komprehensif dengan fokus khusus yaitu Sports, Shoulder, Spine, & Foot & Ankle Clinic.

“Kami sungguh berharap dengan hadirnya klinik khusus yang didukung oleh dokter- dokter spesialis dan subspesialis yang berpengalaman di bidang ortopedi, dapat membantu pasien kembali melakukan aktivitas yang biasa mereka jalani,” jelasnya.

Menurut Henry, Sports, Shoulder, Spine, & Foot & Ankle Clinic SHKJ memiliki fokus pada otot dan tulang yang berhubungan dengan cedera olahraga, kaki, pergelangan kaki, bahu, dan tulang belakang.

“Penanganan cedera pada area tersebut diantaranya cedera ligamen, cedera bantalan sendi lutut, dislokasi sendi, maupun patah tulang dapat dilakukan melalui pemberian obat, fisioterapi, radiofrekuensi (prosedur untuk mengurangi nyeri dengan gelombang radio), hingga tindakan operasi yang kompleks,” tegasnya.

Dokter spesialis ortopedi SHKJ, dr Langga Sintong SpOT mengatakan, seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu kedokteran, saat ini SHKJ menyediakan prosedur minimal invasif atau dikenal dengan teknik bedah laparoskopi yang diterapkan untuk menangani kasus-kasus yang berhubungan dengan masalah foot and ankle .

“Salah satunya, artroskopi yang merupakan prosedur untuk mendiagnosa dan menangani sejumlah gangguan sendi,” jelasnya.

Menurut Langga, teknik bedah ini dilakukan oleh tim dokter spesialis dengan menggunakan peralatan laparoskopi canggih yang dimasukkan melalui 2-3 sayatan kecil seukuran pena.

“Sehingga risiko infeksi lebih kecil dan penyembuhan lebih baik. Tidak hanya kasus operasi, metode lain seperti custom insole juga tersedia untuk kasus non operatif,” tandas Langga.

Penanganan di Masa Pandemi

Dokter spesialis ortopedi SHKJ, dr Erick Wonggokusuma SpOT menegaskan, SHKJ tetap memastikan pasien mendapatkan penanganan cedera olahraga, kaki, pergelangan kaki, bahu, dan tulang belakang di masa pandemi ini secara maksimal.

“Di masa pandemi Covid-19 ini, SHKJ tetap mengerjakan ratusan tindakan bedah sejak bulan Maret hingga saat ini,” kata Erick.

Menurut Erick, tindakan bedah dilaksanakan dengan menjalankan protokol-protokol kesehatan secara aman dan tepat. Sebelum jadwal bedah diberikan kepada pasien, proses pemeriksaan Covid-19 akan dilakukan terlebih dahulu.

“Hingga kini, tidak ada pasien terinfeksi Covid-19 selama menjalani perawatan atau pascatindakan bedah di SHKJ. Selain pasien dan dokter, petugas kesehatan dan staf lainnya di SHKJ juga mendapatkan pemeriksaan Covid-19 secara berkala untuk memastikan keamanan bersama,” tegas Erick.

Berita terkait: