Shalat Istikharah Sesuai Tuntunan, Lengkap dengan Bacaan Hingga Tata Cara

Shalat istikharah merupakan salah satu amalan sunnah yang terdapat di dalam Alquran serta hadis. Seperti halnya dengan shalat wajib atau fardhu, shalat istikharah juga dilakukan dengan gerakan yang sama. Perbedaannya yakni terletak pada jumlah rakaat, bacaan niat, dan doa setelah shalat istikharah.

Bukan tanpa tujuan, shalat istikharah diperintahkan oleh Allah SWT saat manusia bimbang di antara urusan dunia. Saat berhadapan dengan beberapa pilihan, umat Islam disunnahkan untuk menunaikan shalat istikharah.

Setelah menjalankan shalat istikharah, manusia biasanya mendapatkan jawaban atas persoalan yang diungkapkannya di dalam doa. Ada banyak anggapan mengenai bentuk jawaban yang diberikan yakni berupa mimpi dan lain sebagainya. Namun, rupanya hal ini tak sepenuhnya benar.

Untuk mendapatkan ibadah shalat istikharah yang sempurna, ada baiknya bagi Anda untuk memahami bacaan niat, doa, hingga tata caranya terlebih dahulu. Simak rangkuman mengenai shalat istikharah yang berhasil dikumpulkan dari berbagai sumber berikut ini.

Bacaan Niat Shalat Istikharah

Shalat istikharah merupakan ibadah yang dilakukan tatkala umat Islam dihadapkan dengan kesulitan dan pilihan. Biasanya, hal ini akan lebih berhubungan dengan pendidikan, pekerjaan, hingga jodoh.

ilustrasi berdoa

©Shutterstock

Dilansir dari laman NU Online, shalat istikharah hendaknya didahului dengan niat yang bersungguh-sungguh untuk mendapatkan jawaban dan ridha dari Allah SWT. Lafal niat shalat istikharah ini bisa dilafalkan di dalam hati atau diucapkan melalui mulut secara langsung.

Ussholli sunnatan istikhoroti rak’ataini lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat shalat istikharah dua rekaat karena Allah Ta’ala.”

Doa Shalat Istikharah

Selain niat, bacaan yang harus diperhatikan dalam shalat istikharah adalah doa setelahnya. Berikut bacaan doa shalat istikharah yang dapat diucapkan usai menunaikan shalat.

Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub.

Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (menyebutkan persoalannya) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi.

Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku mmeohon kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu dan aku memohon kepada-Mu dari anugerah-Mu yang Agung. Sesungguhnya, Engkau Maha Kuasa sedang aku tidak kuasa. Engkau Maha Tahu sedang aku tidak mengetahui, Engkaulah Dzat Yang Maha Mengetahui perkara yang gaib.

Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (menyebut urusan yang dipikirkan) adalah baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku, maka tentukanlah untukku, mudahlkanlah jalannya dan berkahilah aku di dalamnya.

Dan apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini adalah buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku dan akhir urusanku, maka jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah diriku darinya, tentukanlah untukku apapun yang terbaik, kemudian jadikanlah aku ridha dengannya.”

Tata Cara Shalat Istikharah

  1. Melafalkan bacaan niat shalat istikharah di dalam hati.
  2. Melakukan takbiratul ihram yang diikuti dengan doa setelahnya.
  3. Melafalkan surat Al Fatihah
  4. Membaca berbagai surat-surat Alquran, namun lebih utama untuk membaca Al-Kafirun.
  5. Melakukan ruku’ dan tumakninah.
  6. Dilanjutkan dengan i’tidal.
  7. Dilanjutkan dengan bersujud.
  8. Lalu duduk di antara dua sujud.
  9. Melakukan sujud kedua.
  10. Berdiri dan melakukan rakaat kedua.
  11. Melafalkan bacaan surat Al Fatihah.
  12. Membaca surat dari Alquran, lebih utama untuk membaca surat Al Ikhlas.
  13. Ruku’
  14. I’tidal.
  15. Sujud.
  16. Duduk di antara dua sujud.
  17. Sujud kedua.
  18. Melakukan takhiyat akhir.
  19. Diakhiri dengan salam.

Keutamaan Shalat Istikharah

Shalat istikharah merupakan solusi terbaik yang disunnahkan untuk mendapatkan jawaban tepat di dalam urusan dunia. Maka dari itu, shalat istikharah diperuntukkan bagi mereka yang tengah dilanda kegelisahan untuk menentukan sebuah keputusan.

ilustrasi berdoa

freepik.com

Sementara itu, keutamaan shalat istikharah yang bisa diambil ialah mendatangkan ketenangan dan kedamaian. Orang yang tengah gusar dan mengalami kebuntuan akan menentukan sebuah pilihan akan mencari ketenangan untuk dapat berpikir lebih jernih.

Hubungan Shalat Istikharah & Mimpi

Dalam situs NU diterangkan, jawaban shalat istikharah tidak ada hubungannya dengan mimpi yang bisa dialami oleh seseorang. Syekh Said Ramadhan al-Buthi menjelaskan,

“Apakah ditemukan dalil syara’ tentang hubungan shalat istikharah dengan mimpi pada saat tidur? Tidak ada hubungan antara shalat istikharah dengan mimpi saat tidur, bahkan shalat istikharah itu hanya sebatas melaksanakan shalat lalu berdoa dengan doa yang disarikan dari Rasulullah. Lalu iringilah dengan melakukan perbuatan yang diistikharahi. Jika perbuatan itu baik, maka Allah akan mudahkan, dan jika buruk maka Allah akan memalingkan seseorang dari perbuatan tersebut” (Syekh Said Ramadhan al-Buthi, Masyurat Ijtima’iyyat, hal. 158).

beserta maknanya

©2015 geeksguides.net

 

Berlandaskan dari penjelasan tersebut, mimpi disebutkan sebatas bunga tidur yang berlandaskan alam bawah sadar. Secara tidak langsung, seseorang akan bermimpi sesuai yang diinginkannya, hal ini pun tak berlaku bagi orang yang hendak menentukan pilihan.

 

Berita terkait: