Setelah Dimakzulkan DPR AS, Ini Tahapan Selanjutnya untuk Melengserkan Trump

DPR Amerika Serikat memakzulkan Presiden Donald Trump. Trump dimakzulkan dua kali selama menjabat dan merupakan pertama dalam sejarah seorang Presiden AS dimakzulkan dua kali.

Kali ini Trump dimakzulkan karena memicu kerusuhan di Gedung Parlemen AS atau US Capitol pekan lalu. Para pendukungnya menyerbu Capitol setelah dia berulang kali menuding telah terjadi kecurangan pemilu. Setelah DPR menyetujui pemakzulan, proses selanjutnya akan dibawa ke sidang Senat.

Harapan para pengkritik Trump bahwa proses ini akan membuatnya segera dicopot sebelum berakhir masa jabatannya dipatahkan oleh pimpinan Senat dari Republik, Mitch McConnell. McConnell mengatakan pemeriksaan Trump tak akan dilaksanakan sampai setelah pelantikan Presiden AS terpilih, Joe Biden, pekan depan.

“Tidak ada kesempatan pemeriksaan yang adil dan serius bisa diputuskan sebelum Presiden terpilih Joe Biden disumpah pekan depan,” jelasnya, dilansir The Daily Telegraph, Kamis (14/1).

Jika Trump masih menjabat, keputusan bersalah yang ditetapkan dua pertiga mayoritas diperlukan untuk mencopotnya.

Sekarang bisa diketahui dia tidak akan menghadapi persidangan Senat sampai dia diganti, perlu ada pemungutan suara Senat kedua soal apakah dia dapat mencalonkan diri lagi sebagai presiden atau tidak jika dia terbukti bersalah karena menghasut pemberontakan.

Karena besarnya dampak dari serbuan Capitol, beberapa tokoh penting Partai Republik mendukung pemakzulan Trump. McConnell juga mengisyaratkan dia akan mempertimbangkan vonis bersalah.

Putusan bersalah akan membutuhkan setidaknya dukungan 17 anggota Republik untuk memakzulkan Trump.

Konstitusi memiliki beberapa pedoman tentang cara kerja pemakzulan tetapi para senator memiliki fleksibilitas dengan aturan persidangan dan McConnell menolak untuk menjadwalkan sidang darurat untuk mempercepat proses tersebut.

Apakah saksi akan dipanggil atau tidak dan jenis bukti apa yang akan diterima terserah Senat, yang akan dikontrol oleh mayoritas Demokrat setelah 20 Januari.

Jika ada saksi, senator bisa mengajukan pertanyaan secara tertulis.

Menurut aturan pemakzulan, hakim independen akan memimpin. Tahun lalu adalah Hakim Agung John Roberts. Dia memiliki kekuatan untuk mengesampingkan senator jika perilaku mereka bertentangan dengan persyaratan yang telah disepakati sebelumnya. Tapi senator juga bisa membatalkan hakim ketua dengan pemungutan suara.

Trump juga berhak mendapatkan penasihat hukum, yang dapat mengajukan pertanyaan.

Baca juga:
Pertama dalam Sejarah, DPR AS Makzulkan Trump untuk Kedua Kali
Wapres AS Mike Pence Tolak Ajukan Amandemen ke-25 untuk Lengserkan Trump
DPR AS Ancam Percepat Makzulkan Trump Jika Wapres Pence Tak Ajukan Amandemen ke-25
Ketua DPR AS Nancy Pelosi Minta Militer Tak Beri Akses Kode Nuklir untuk Donald Trump
Dua Cara Melengserkan Trump, Lewat Pemakzulan atau Amandemen ke-25 Konstitusi AS

Berita terkait: