Sektor Teknologi Melemah, S&P 500 Terkoreksi

Melemahnya saham-saham teknologi menekan indeks acuan Wall Street , S&P 500, pada penutupan perdagangan Senin (22/2/2021). Kenaikan imbal hasil obligasi juga membuat investor kurang tertarik akan saham-saham yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi ( growth stock ). Sementara, saham-saham terkait pemulihan ekonomi kembali jadi pilihan investor.

Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,09%, S&P 500 terkoreksi 0,77%, Nasdaq turun 2,46%.

Saham-saham terkait pemulihan ekonomi seperti Disney naik 4,4%, Caterpillar dan Dow Inc masing-masing naik lebih dari 3,5%, American Express naik 3,2%, dan Chevron naik 2,7%.

Sementara saham teknologi seperti Tesla anjlok 8,6%. Apple, Amazon, dan Microsoft masing-masing turun lebih dari 2%.

BACA JUGA

Bursa Tokyo dan Hong Kong Siang Ini Menguat, Shanghai Terkoreksi

Investor mengkhawatirkan kenaikan yield obligasi pemerintah AS belakangan ini yang dapat menekan pergerakan pasar modal. Yield obligasi 10 tahun naik ke 1,35% setelah pekan lalu sempat naik 14 basis poin ke level tertinggi sejak Februari 2020. Sepanjang bulan ini, yield acuan naik 27 basis poin. Sementara yield obligasi 30 tahun naik ke 2,2% pada hari Senin, tertinggi dalam setahun terakhir.

Investor menantikan pidato ketua The Federal Reserve Jerome Powell di hadapan Komite Perbankan Senat, Selasa (23/2/2021). Investor mencari indikasi kenaikan suku bunga dan perkembangan inflasi dari Powell. Pidatonya dapat menentukan arah pergerakan pasar modal sepekan.

Berita terkait: