Sektor Jalan Tol Tahan Banting

– Sektor jalan tol nasional tahan banting ( resilient ) dari pandemi Covid-19. Ini ditunjukkan dengan proses pemulihan yang sangat cepat di sektor ini.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menegaskan, daya tahan sektor tol terlihat pada kinerja keuangan PT Jasa Marga Tbk (JSMR), yang masih mencetak untung semester I tahun ini dan diprediksi berlanjut hingga akhir tahun.

Dia menegaskan, ada dua hal yang menjadi perhatian BPJT selama pandemi Covid-19. Pertama, keyakinan konsumen bahwa jalan tol masih aman digunakan. Saat ini, sejumlah rest area di jalan tol sudah menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Hal kedua adalah dari sisi keyakinan investor, bahwa sektor jalan tol bisa pulih dengan cepat,” ujar Danang diskusi virtual Bisnis Sistem Transportasi di Tengah Pandemi , Sabtu (21/11/2020).

Dia memastikan, konstrukti tol baru tetap berjalan, kendati sempat melambat pada kuartal II. Namun, kini, pembangunan sudah berjalan normal.

Danang menambahkan, sektor jalan tol juga bisa menjadi pemacu investasi nasional yang melambat pada kuartal I dan II. BPJT dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus berkoordinasi dalam memantau realisasi investasi tol.

Di acara yang sama, Plt. Anggota BPJT Unsur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mahbullah Nurdin menegaskan, trafik jalan tol memang sempat turun tajam pada April-Juni 2020 berkisar 50-60%. Bahkan, di beberapa ruas, penurunan mencapai 80%. Namun, memasuki paruh kedua tahun in, trafik membaik. Alhasil, November 2020, trafik sudah mendekati level normal, yakni 90%. Di tol JORR, trafik sudah normal.

Danang Parikesit menyambut baik kehadiran perusahaan teknologi seperti PT Delameta Bilano yang memberikan solusi pembayaran transportasi. Ini sejalan dengan tahap empat era pengembangan jalan tol, yakni transformasi inovasi dan modernisasi (TIM).

“Kami sangat welcome dengan perusahaan yang memberika solusi teknologi. Semakin banyak dan kompetitif, semakin baik,” tegas dia.

Delameta Bilano adalah perusahaan teknologi sistem transportasi berbasis riset dalam negeri yang menyediakan sistem pembayaran di 21 ruas tol, seperti Jagorawi dan Jakarta-Tangerang. Delameta menawarkan sistem pembayaran jalan tol yang komplet, mulai dari automatic vehicle classification (AVC), loop vehicle sensor, collecting terminal machine , infra merah, palang atau lane barrier system , electronic toll collection (ETC), CCTV, variable message sign (VMS), hingga plate recognition .

Berita terkait: