Sekretaris Desa Jagabaya-Bogor Dilaporkan Mencuri Kendaraan

Seorang Sekretaris Desa Jagabaya, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilaporkan karena diduga melakukan tindak pidana pencurian kendaraan. Informasi yang diperoleh pada Kamis (7/1/2021) menyebutkan oknum berinisial D yang dikabarkan juga sebagai anak Kepala Desa Jagabaya, Rohayati, telah dilaporkan ke Polres Bogor.

Pengaduan yang disampaikan oleh Apriyanto tersebut karena menilai D telah melakukan tindak pidana yang sangat merugikannya. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (4/1) ketika satu unit kendaraan truk hendak mengambil air di Depo Air Desa Jagabaya. Kunci kendaraan diambil sehingga tidak bisa dibawa pulang.

“Telah terjadi pencurian kendaraan bermotor dengan cara menyandera dan menahan kunci kendaraan,” demikian pengaduan yang disampaikan ke Polres Bogor tersebut.

Pihak kepolisian dikabarkan akan menindaklanjuti laporan tersebut secepatnya. Sementara itu jajaran pemerintahan Desa Jagabaya belum bisa dikonfirmasi.

Sebelumnya warga Jagabaya juga diresahkan dengan dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan aparat pemerintahan desa. Sayangnya, dugaan tersebut sepertinya tidak berlanjut dengan proses hukum. Beberapa warga yang merasa dirugikan sangat berharap agar pihak Polsek Parung Panjang bisa memproses dugaan pungli tersebut.

Saat itu, salah satu oknum perangkat Desa Jagabaya telah membuat surat dan meminta iuran bulanan kepada sejumlah pelaku usaha di wilayah tersebut. Dalam suratnya disebutkan perlunya iuran bulanan sebesar Rp 100.000 sebagaimana diatur dalam beberapa aturan di Kabupaten Bogor, peraturan desa dan keputusan kepala desa setempat.

“Berdasarkan Perda Kabupaten Bogor No. Tahun 2000 Tentang Sumber Pendapatan Desa, Perda Kabupaten Bogor No. 9 Tahun 2006 tentang Desa, Perdes No. 002 tahun 2003 tentang Pedoman Pemungutan Iuran Pendapatan Asli Desa,” demikian cuplikan surat tersebut.

Kasus dugaan pungli itu sempat mencuat sehingga beberapa aparat desa Jagabaya yang dipimpin Sekretaris Desa (Sekdes) Dian Qori sudah mendatangi Mapolsek Parungpanjang. Pihaknya dikabarkan melakukan pengaduan terkait tuduhan yang beredar karena dinilai sebagai fitnah.

Berita terkait: