Sejak Awal Tahun, Tim Tabur Kejagung Ringkus 72 Buronan Berbagai Kasus

Langkah Jaksa Agung ST Burhanuddin membentuk tim Tangkap Buronan (Tabur) melalui bidang Intelijen Kejaksaan mulai membuahkan hasil. Sejak awal tahun hingga September 2020, Kejaksaan Agung (Kejagung0 telah meringkus 72 buronan berbagai kasus. Puluhan buronan itu ditangkap di berbagai daerah di Indonesia.

Buronan terakhir yang diringkus oleh Kejagung adalah Heintje Abraham Toisuta, terpidana kasus tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang merugikan negara sebesar Rp 7,6 miliar.

Heintje ditangkap di rumah kosnya yang berada di wilayah Jakarta Pusat pada Selasa (15/9/2020) malam, sekitar pukul 19.20 WIB. Saat ditangkap, Heintje tidak memberikan perlawanan kepada tim Intelijen yang bertugas.

Dia sendiri sebelumnya telah dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan TPPU oleh Mahkamah Agung berdasarkan putusan Nomor : 2282 K/Pid.Sus/2017 tanggal 21 November 2017.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono mengatakan tim Tabur memburu buronan pelaku kejahatan baik yang masuk DPO Kejaksaan maupun instansi penegak hukum lainnya.

“Melalui program ini, kami menyampaikan pesan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan,” ujar Hari dalam keterangannya, Kamis (17/9/2020).

Menurut Hari, intensitas penangkapan buronan yang dilakukan oleh Tim Tabur Kejaksaan memang sangat diperlukan. Jika diakumulasi, Kejagung berhasil menyelamatkan ratusan miliar uang negara diselewengkan oleh para buronan tersebut.

Selain Heintje Abraham Toisuta, Kejagung sebelumnya menangkap Kepala Sub Bagian TU Dinas Pekerjaan Umum dan Perhubungan Kabupaten Mamuju Rusmandi Candra yang buron usai menyelewngkan uang negara sebesar Rp 41 miliar.

Kemudian, Kejagung juga meringkus terpidana kasus korupsi penjualan aset tanah di Jambi bernama Joko Susilo. Tindakan Joko diketahui merugikan keuangan negara sebesa 12,9 miliar.

“Bahkan, Kejagung sempat meringkus lebih dari tiga orang yang telah menjadi buronan dalam sepekan,” tegas Hari.

Hari menambahkan, Kejagung terus berupaya memburu para buronan dari berbagai kasus. Tindakan itu merupakan upaya untuk mengembalikan uang negara yang diselewengkan oleh para pelaku tersebut.

Jaksa Agung ST Burhanuddin sebelumnya menegaskan tidak akan pandang bulu dalam menangani kasus korupsi. Pada 2019, dia berjanji profesional menangani perkara. Bahkan, bila keluarganya sekalipun terlibat kasus.

“Bagi saya, kakak saya korupsi, tak gebukin,” kata Burhanuddin.