Satgas: Kasus Covid-19 di Jakarta Didominasi Klaster Pemukiman

Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengungkapkan analisi timnya atas data Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta dalam rentang waktu 4 Juni hingga 28 Juli 2020. Berdasarkan analisis tersebut, kata Dewi ditemukan, kasus Covid-19 di Jakarta didominasi klaster pemukiman.

“Jumlah pembagian klaster di DKI Jakarta, paling banyak lokal transmisi dari pemukiman dengan jumlah klaster 283 (meliputi 1.178 kasus Covid-19),” ujar Dewi dalam talkshow yang digelar secara daring oleh Satgas Penanganan Covid-16 , Rabu (29/7/2027).

Dewi mengatakan, klaster pemukiman ini umumnya merupakan hasil contact tracing terhadap pasien komunitas. Secara umum, mereka bertemu klaster dalam satu tempat yang kurang lebih sama.

“Lalu disusul oleh fasilitas kesehatan, terdapat 124 klaster dengan 799 kasus positif, pasar rakyat terdapat 107 klaster dengan 555 kasus, perkantoran ada 90 klaster dengan 459 kasus dan rumah ibadah ada 9 klaster dengan 114 kasus,” beber dia.

Pembagian Klaster di Jakarta

1. Pemukiman: 283 klaster dengan 1.178 kasus

2. Fasilitas kesehatan: 124 klaster dengan 799 kasus

3. Perkantoran: 90 klaster dengan 459 kasus
– Kementerian: 20 klaster dengan 139 kasus

– Badan/lembaga: 10 klaster dengan 25 kasus

– Kantor di lingkungan Pemda DKI: 34 klaster dengan 141 kasus

– Kepolisian: 1 klaster dengan 4 kasus

– BUMN: 8 klaster dengan 35 kasus

– Swasta: 14 klaster dengan 92 kasus

4. Pasar Rakyat: 107 klaster dengan 555 kasus
– Jakarta Pusat: 28 klaster dengan kasus 228 kasus

– Jakarta Utara: 12 klaster dengan kasus 35 kasus

– Jakarta Barat: 25 klaster dengan kasus 96 kasus

– Jakarta Selatan: 20 klaster dengan kasus 53 kasus

– Jakarta Timur: 22 klaster dengan kasus 143 kasus

5. Rumah Ibadah: 9 klaster dengan kasus 114
– Gereja: 3 klaster dengan 29 kasus

– Masjid: 3 klaster dengan 11 kasus

– Asrama Pendeta: 1 klaster dengan 41 kasus

– Pesantren: 1 klaster dengan 4 kasus

– Tahlilan: 1 klaster dengan 29 kasus.

Berita terkait: