Sarung Tangan Kesehatan Gantikan Sarung Tangan Plastik Petugas Coklit di Jateng

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah (Jateng) sampai Senin (20/7/2020), masih tengah melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih untuk pemilu 2020 di daerah ini. 

Terkait itu, penyelenggara pemilu mendatangi kediaman Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilu 2020 kepada Ganjar dan keluarga.

Petugas coklit menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, seperti masker, face shield , dan sarung tangan. Namun yang menarik, sarung tangan yang dikenakan salah satu Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) adalah sarung tangan plastik yang biasa digunakan untuk memasak.

Keruan saja sarung tangan petugas bernama Widji Purwaningsih itu menjadi perhatian Ganjar.

“Ini keren lho , sudah pakai masker, face shield dan juga sarung tangan. Ya, meskipun sarung tanganya pakai yang dari plastik, tapi ini ikhtiar yang luar biasa dari para petugas untuk tetap menjalankan tugasnya di tengah pandemi,” kata Ganjar disambut tawa petugas lain yang datang ke rumahnya, Sabtu (18/7/2020) malam hari.

Ganjar pun langsung memerintahkan ajudannya mengambil stok sarung tangan kesehatan di ruangannya. Langsung saja, sarung tangan itu diberikan kepada petugas PPDP tersebut.

“Ini bu saya kasih ya, biar lebih aman. Tapi ibu sudah keren, ikhtiarnya luar biasa. Kalau pakai ini (sarung tangan kesehatan), lebih top,” imbuhnya disambut senyum petugas PPDP.

Dalam proses coklit tersebut, petugas mewawancarai Ganjar terkait data keluarganya yang memiliki hak pilih. Ganjar dengan antusias menjawab setiap pertanyaan petugas itu, sambil menunjukkan kartu keluarga dan KTP miliknya serta istri dan anaknya. Setelah selesai dan membubuhkan tanda tangan, Ganjar mendapat stiker yang menunjukkan bahwa keluarganya sudah di coklit.

“Ada tiga yang memiliki hak suara di sini, saya, istri dan anak. Terimakasih pada petugas penyelenggara pemilu yang sudah proaktif melakukan pencocokan dan penelitian data. Ini penting, agar semuanya sesuai dengan data, sehingga memastikan setiap masyarakat yang sudah terdaftar mempunyai hak pilih,” terang Ganjar.

Ganjar pun meminta masyarakat untuk mendukung program coklit ini. Khusus bagi masyarakat yang daerahnya menggelar Pilkada 2020, diminta semuanya mendukung dan menyukseskannya.

“Ayo peduli pada daerahnya masing-masing. Suaramu menentukan nasib daerahmu,” imbaunya.

Ganjar juga meminta penyelenggara pemilu untuk menyiapkan skenario-skenario proses pemilihan. Sebab, kondisi pandemi covid-19 masih belum bisa diprediksi akan selesai sampai kapan.

“Harapannya Desember nanti sudah menurun. Tapi jika belum, maka penyelenggara pemilu saya harap sudah mengantisipasinya. Jarak harus diatur ketat, semua pakai masker, petugas pemilihan pakai APD lengkap, disediakan tempat cuci tangan dan lainnya. Juga yang paling penting adalah pengaturan jam, bisa diatur agar lebih panjang sehingga tidak menumpuk,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Semarang, Henry C Gultom yang juga mendampingi petugas PPDP mengatakan, proses coklit dilakukan serentak secara nasional, hari ini. Targetnya, proses itu akan selesai pada 13 Agustus mendatang.

“Targetnya selesai 13 Agustus. Meskipun saat ini masih pandemi, namun kegiatan coklit harus tetap berjalan. Kami tetap berupaya melayani masyarakat dan tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Henry.

Tujuan Coklit ini lanjut dia untuk memastikan data peserta pemilu. Hasil coklit ini akan dijadikan dasar penyusunan daftar pemilih tetap saat Pilkada berlangsung.

“Harapannya bisa maksimal sehingga penyelenggaraan nantinya juga bisa sukses,” pungkasnya.  

Berita terkait: