Saham Australia ditutup turun, Indeks ASX 200 tergerus 0,19 persen

Pasar Australia telah memudar hingga penutupan ketika pasar mengawali pekan terakhir Februari dengan penurunan Sydney – Pasar saham Australia ditutup lebih rendah pada hari Senin setelah berayun di zona merah dan zona hijau sepanjang hari, mencerminkan hasil beragam di sektor sumber daya dimana produsen minyak merosot sementara produsen bijih besi menguat.

Pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 12,90 poin atau 0,19 persen menjadi 6.780,90, sedangkan Indeks All Ordinaries turun 2,40 poin atau 0,034 persen pada 7.061,60.

“Pasar Australia telah memudar hingga penutupan ketika pasar mengawali pekan terakhir Februari dengan penurunan,” kata Analis Pasar Commsec James Tao.

“Pada akhirnya indeks acuan turun 12,9 poin atau 0,19 persen menjadi 6.780,9, indeks bursa AS berjangka juga diperdagangkan lebih rendah, mengarah pada pelemahan ketika perdagangan di Wall Street dilanjutkan.”

Baca juga: IHSG awal pekan berpeluang naik, terkerek ekspektasi pemulihan ekonomi

Di 11 sektor, 10 sektor lebih rendah, dipimpin oleh layanan kesehatan, teknologi informasi, dan komunikasi, masing-masing merosot 2,17 persen, 1,73 persen dan 1,28 persen.

Satu-satunya sektor yang naik di pasar adalah material yang naik 2,58 persen, didukung oleh kenaikan harga logam umum selama seminggu terakhir.

Sementara itu saham maskapai penerbangan nasional Qantas melonjak lebih dari 4 persen menyusul berita positif lebih lanjut dari vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 tentang efektivitasnya dan pelonggaran pembatasan penyimpanan.

Di bidang keuangan, saham bank-bank besar Australia turun dengan Commonwealth Bank turun 0,74 persen, ANZ turun 0,41 persen, National Australia Bank turun 2,15 persen dan Westpac Bank turun 1,54 persen.

Baca juga: Saham Hong Kong dibuka untung, Indeks Hang Seng melambung 1,39 persen

Saham pertambangan melonjak dengan Rio Tinto naik 3,64 persen, BHP naik 3,34 persen dan Fortescue Metals naik 3,21 persen, penambang emas Newcrest naik 0,54 persen.

Produsen minyak dan gas negara itu anjlok dengan Oil Search tidak berubah 0,00 persen, Santos turun 1,03 persen dan Woodside Petroleum turun 1,29 persen.

Supermarket terbesar di Australia turun dengan Coles turun 1,89 persen, dan Woolworths turun 1,01 persen.

Sementara itu, saham raksasa telekomunikasi Telstra merosot 1,51 persen dan perusahaan biomedis CSL anjlok 2,42 persen.

Baca juga: Saham Tokyo dibuka menguat, setelah rugi 3 hari beruntun

Berita terkait: