Saham Australia berakhir menguat, terangkat pembicaraan stimulus AS

…pembicaraan tentang stimulus lebih lanjut dari pemerintahan Biden yang akan datang membantu banyak hal berputar Sydney – Saham-saham Australia berakhir lebih tinggi pada perdagangan Kamis, setelah pembukaan yang lembut pagi ini, dengan saham sektor teknologi memimpin kenaikan.

Pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 menguat 28,70 poin atau 0,43 persen menjadi 6.715,30 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas naik 28,80 poin atau 0,41 persen menjadi 6.982,70 poin.

“Sementara gejolak politik di Washington dengan pemakzulan kedua Presiden (AS) (Donald) Trump membebani sentimen, pembicaraan tentang stimulus lebih lanjut dari pemerintahan Biden yang akan datang membantu banyak hal berputar,” kata Analis Pasar CommSec, James Tao.
Baca juga: Bursa Australia berakhir naik, terkerek saham penambang dan energi

“Yang menonjol hari ini adalah sektor teknologi, setelah tertinggal di pasar selama tiga sesi terakhir minggu ini.” Teknologi informasi melonjak 4,70 persen, diikuti oleh sektor keuangan, perawatan kesehatan dan industri.

Di sektor keuangan, bank-bank besar terangkat dengan Commonwealth Bank naik 0,42 persen, National Australia Bank naik 1,28 persen, Westpac Bank naik 2,09 persen dan ANZ naik 1,82 persen.

Saham-saham pertambangan merosot dengan BHP turun 0,35 persen, Rio Tinto turun 0,89 persen, Fortescue Metals turun 1,63 persen dan penambang emas Newcrest turun 1,04 persen.

Baca juga: Saham Filipina “rebound”, Indeks PSE ditutup naik 0,90 persen

Produsen-produsen minyak dan gas terpangkas dengan Oil Search turun 0,90 persen, Santos turun 0,13 persen dan Woodside Petroleum turun 0,26 persen.

Supermarket terbesar Australia menguat dengan Coles naik 0,06 persen, dan Woolworths 0,99 persen.

Sementara saham raksasa telekomunikasi Telstra tidak berubah, operator penerbangan nasional Qantas juga tidak berubah dan perusahaan biomedis CSL turun tipis 0,02 persen.

Baca juga: IHSG ditutup naik tajam, ditopang euforia mulainya vaksinasi massal

Berita terkait: