Rupiah Ditutup Menguat Seiring Turunnya Imbal Hasil Obligasi AS

Nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di perdagangan hari ini, Rabu (3/3) di Rp 14.245 per USD, menguat dari pembukaan hari ini di posisi Rp 14.320 per USD. Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan ini seiring dengan turunnya imbal hasil obligasi Amerika Serikat.

“Indeks dolar melemah di hari Rabu. Dolar AS yang merupakan tempat berlindung yang aman tetap melemah secara luas karena imbal hasil obligasi AS terus turun dan kembali meningkatkan permintaan untuk aset berisiko,” kata Ibrahim di Jakarta , dikutip Antara, Rabu (3/3).

Imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun kini stabil di level 1,4 persen setelah sempat naik hingga 1,6 persen pada pekan lalu. Pasar stabil setelah investor bereaksi terhadap lonjakan dengan aksi jual yang tajam, tetapi tanda-tanda pemulihan ekonomi AS dari COVID-19 dapat menyebabkan penurunan harga obligasi dan derivatif lagi.

Stimulus fiskal telah memicu ekspektasi pasar untuk pemulihan yang cepat dan investor juga melacak kemajuan paket stimulus AS senilai 1,9 triliun dolar AS. Diusulkan oleh Presiden Joe Biden pada awal tahun, RUU tersebut disahkan oleh DPR pada minggu sebelumnya dan akan diperdebatkan oleh Senat dalam minggu ini.

Sementara itu, anggota dewan Bank Sentral Eropa Fabio Panetta mengatakan otoritas moneter blok tersebut harus memperluas pembelian obligasi atau bahkan meningkatkan kuota yang dialokasikan untuk mereka jika diperlukan untuk menjaga imbal hasil turun.

Dari domestik, Ibrahim menilai pmulihan ekonomi Indonesia sudah berada pada jalur yang tepat. Indonesia juga merupakan salah satu negara yang mampu menurunkan angka kematian sembari mempertahankan kinerja ekonomi yang relatif baik.

Berita terkait: