Risma Ajak Para Dermawan Gotong Royong Ringankan Beban Korban Bencana di NTT dan NTB

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengajak dunia usaha, para dermawan dan elemen masyarakat untul bergotong royong bahu membahu meringankan beban masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan longsor di sekitar Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) dan Nusa Tenggara Barat ( NTB ).

Diakui dampak dari siklon tropis Seroja telah mengakibatkan kerusakan berat dan kerugian materiel maupun imateriel yang luar biasa bagi masyarakat setempat. Luasnya skala bencana dan dampak yang ditimbulkannya membutuhkan perhatian dan kontribusi bersama semua elemen bangsa.

“Akibat banjir bandang dan longsor dampaknya luar biasa. Saya menghimbau dan mengajak semua elemen bangsa, termasuk dunia usaha, dan masyarakat luas bersama-sama membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak baik di NTT maupun di NTB,” kata Risma dalam keterangannya yang diterima , Kamis (8/4/2021).

Mensos menekankan bencana alam di NTB dan NTT merupakan momen bagi semua elemen masyarakat dan para dermawan, untuk menunjukkan sikap solidaritas dan kesetiakawanan sosial.

“Bencana skalanya luas dan banyak daerah terdampak. Mari kita berkerja sama, membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana,” kata Risma.

BACA JUGA

Update Bencana Alam di NTT, BNPB: 138 Orang Meninggal dan 61 Hilang

Ia menyatakan kembali ke NTT pada Kamis (8/4/2021) ini untuk terus memastikan terutama ke wilayah yang masih terisolasi dan tak bisa diakses oleh distribusi bantuan dari pemerintah ataupun bantuan elemen masyarakat. Saat ini, bantuan dari Kemsos sudah dalam posisi siap diterbangkan ke lokasi bencana.

“ Pake (pakai) pesawat Hercules milik TNI. Jadi Kemsos memohon bantuan dari Panglima TNI untuk menerbangkan bantuan. Saya terbang jam 5 pagi,” katanya.

Mensos menerima kehadiran perwakilan dunia usaha yakni dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) dan pendiri sekaligus CEO kitabisa.com Muhammad Alfatih Timur. Hadir pula Azevedo Andovireska Adikara da Lopez atau Andovi da Lopez seorang aktor, komedian dan YouTuber yang hadir bersama kakaknya, Jovial da Lopez.

Dari kunjungannya pada Senin dan Selasa lalu, Mensos mencatat, bahwa kesiapan SDM dari Kemsos seperti Taruna Siaga Bencana (Tagana) sudah cukup baik. Namun karena ada keterbatasan peralatan, makanan yang disiapkan untuk pengungsi tidak bervariasi dan makan waktu lama disiapkan.

“Di sana tidak ada kompor gas, misalnya. Jadi ya masaknya lama. Kita akan bawa kompor gas nanti. Selain itu, juga akan dibawa kering tempe, orek tempe, selain juga obat-obatan. Kami juga sedang mengusahakan alat berat,” katanya.

BACA JUGA

BMKG: 24 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang

Mensos memaklumi adanya harapan agar bantuan lekas sampai. Pada prinsipnya, kata Mensos, bantuan dari Kemensos sudah siap disalurkan. Hanya saja karena bencana membuat akses transportasi terkendala cuaca.

“Misalnya kemarin bantuan dari Maumere, mau nyeberang ke Odonara. Tapi karena cuaca ngga bagus, ya ngga bisa. Tapi untuk saya kemarin, saya paksakan,” katanya.

Cuaca yang masih belum menentu membuat transportasi mengalami kesulitan membawa barang. “Di Adonara tidak ada landasan untuk pesawat. Terpaksa barang diangkut dengan manual. Jadi bukan kami tidak mau. Tapi tidak bisa,” katanya.

Berita terkait: