Risiko Investasi Tidak Boleh Dianggap Kerugian Negara

Direktur Ekuator Swarna Investama Hans Kwee menegaskan, kerugian di investasi seperti di saham atau reksa dana tidak boleh dianggap sebagai kerugian negara. Apalagi nature dari investasi memang mengandung risiko.

Pernyataan ini disampaikan untuk menanggapi kasus yang tengah membelit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) atau BP Jamsostek . Apalagi potensi kerugian BPJS TK juga belum direalisasikan atau unrealized loss .

“Kerugian investasi itu tidak boleh dianggap sebagai kerugian negara. Tetapi memang sistem prosedurnya harus dilihat dalam memasukkan aset-aset tersebut. Ini baru bisa dianggap kerugian negara apabila SOP-nya lemah, pengawasannya lemah, kemudian membeli sesuatu yang tidak sesuai aturan yang ada,” kata Hans Kwee dalam webinar “Risiko Bisnis Vs Kerugian Negara” yang digelar Beritasatu Media Holdings, Kamis (8/4/2021).

BACA JUGA

Jamsostek Kurangi Porsi Pasar Saham, IHSG Jeblok

Hans menyampaikan, kerugian yang terjadi di BPJS TK, baik di investasi langsung saham maupun melalui reksa dana, adalah kerugian investasi yang normal karena penurunan harga saham secara umum akibat pandemi Covid-19.

Jika melihat data yang ada, saham-saham yang dimiliki BPJS TK juga rata-rata masuk indeks LQ45. Ini artinya saham-saham tersebut selama ini aktif diperdagangkan atau likuid, apalagi sebagiannya adalah saham-saham BUMN yang menerapkan tata kelola perusahaan ( good corporate governance ) relatif baik.

“Bila kerugian investasi ini kemudian dianggap sebagai kerugian negara, tentu semua orang dan juga institusi menjadi takut untuk berinvestasi di pasar saham. Di jangka panjang, kita akan melihat institusi seperti BPJS TK dan yang lain pasti akan mengurangi porsi saham. Bahkan ketika mereka membeli obligasi pun, itu sangat berpotensi juga mengalami kerugian. Karena yield bunga di pasar kalau naik, obligasi pasti turun. Kalau itu juga dianggap kerugian negara, tentu akan menyebabkan mereka me- reduce posisi mereka di obligasi,” kata Hans.

Berita terkait: