Restrukturisasi Kredit Bank Himbara untuk UMKM Capai Rp470 Triliun

Pemerintah terus berkomitmen memberikan bantuan terhadap para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Hal Ini dilakukan sebagai bentuk upaya membangkitkan sektor UMKM, serta mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mencatat, hingga saat ini Bank Himbara telah melakukan restrukturisasi kepada UMKM dan Koperasi hingga mencapai Rp470 triliun. Ini dilakukan untuk mendukung pemulihan kedua sektor tersebut.

“Sekarang sampai hari ini sudah lakukan Rp470 triliun. Angka luar biasa besar, dan terus konsolidasi dengan kemarin luncurkan usaha mikro sinergikan,” katanya dalam acara MilenialHub 2021, secara virtual, Sabtu (17/4).

Menteri Erick menambahkan, dukungan terhadap UMKM menjadi concern dari pemerintah agar perputaran ekonomi tetap jalan meskipun sedikit melambat.

Di sisi lain, dukungan juga diberikan pemerintah melalui pemberian diskon listrik, bantuan kouta pulsa, bantuan subsidi upah yang diberikan pada akhir 2020, semuanya menjadi bagian agar bisa bertahan di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Tapi tentu kita jangan terjebak terus dalam istilah istilah yang tidak bangun optimisme,” jelasnya.

OJK Catat Restrukturisasi Kredit di 2021 Mulai Melandai

restrukturisasi kredit di 2021 mulai melandai

Memasuki 2021, permintaan restrukturisasi kredit tercatat mulai melandai. Tercermin dari total restrukturisasi kredit perbankan hingga 8 Maret 2021 menjadi Rp 999,7 triliun yang diberikan kepada 7,97 juta debitur.

“Saat ini perkembangan restrukturisasi semakin melandai. Total restrukturisasi perbankan sampai 8 Maret 2021 sebesar Rp 999,7 triliun dengan jumlah debitur 7,97 juta,” Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso di Jakarta , Rabu (24/3).

Lebih rinci dia menjelaskan restrukturisasi yang diberikan kepada UMKM turun menjadi Rp 392,2 triliun untuk 6,17 juta debitur. Sedangkan restrukturisasi kredit untuk non UMKM sebesar Rp 607,5 triliun yang diberikan kepada 1,8 juta debitur.

Sementara itu, restrukturisasi kredit dari perusahaan pembiayaan hingga 15 Maret 2021 mencapai 193,5 triliun untuk 5,06 juta kontrak.

Baca juga:
Restrukturisasi Perbankan Capai Rp1.400 Triliun, OJK Optimis Ekonomi akan Bangkit
OJK Catat Restrukturisasi Kredit di 2021 Mulai Melandai
OJK: 7,9 Juta Debitur Dapat Restrukturisasi Kredit Senilai Rp987,5 Triliun
Alasan OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit Hingga Maret 2022
OJK: Kami Telah Berhasil Dorong Perbankan Turunkan Suku Bunga Kredit Sejak 2016
Kredit Macet Dikhawatirkan Naik Jika Restrukturisasi Kredit Tak Diperpanjang
Hingga Desember 2020, BTN Restrukturisasi Kredit 330.000 Nasabah Senilai Rp57 Triliun

Berita terkait: