Replika Masjid Ternama Abu Dhabi Segera Dibangun di Solo

Abu Dhabi, Beritasatu – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) akan menggelar kegiatan Indonesia-Emirates Amazing Week (IEAW) 2021 sebagai upaya untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang antara Indonesia dan UEA. Puncak IEAW 2021 adalah prosesi groundbreaking (peletakkan batu pertama) masjid replika Sheikh Zayed Grand Mosque di Solo.

Masjid replika Sheikh Zayed Grand Mosque adalah hadiah dari Putra Mahkota Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan untuk Presiden Joko Widodo yang disampaikan saat berkunjung ke Indonesia pada 2019. Masjid Agung Sheikh Zayed adalah masjid yang terletak di Abu Dhabi, yaitu ibu kota Kerajaan UEA. Masjid tersebut dinamai sesuai nama tokoh nasional sekaligus pendiri negara UEA, Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan.

BACA JUGA

UEA Juga Akan Bangun Masjid Jokowi

“Rencananya IEAW 2021 akan diselenggarakan pada tanggal 1-8 Maret 2021 di Jakarta, Bandung, Solo dan Surabaya,” kata Duta Besar RI untuk UEA, Husin Bagis,seperti dikutip dari siaran pers KBRI Abu Dhabi yang diterima Beritasatu, Senin (22/2/2021).

Husin mengatakan momentum peresmian masjid akan dimanfaatkan untuk mendorong kerja sama Government to Governent (G to G) dan Bussiness to Bussiness (B to B) antara Indonesia-UEA. “Kondisi pandemi mendesak kita harus terus aktif melakukan berbagai terobosan dan inovasi,“ kata Husin.

Dikutip dari situs Abu Dhabi Culture, Masjid Agung Sheikh Zayed adalah salah satu masjid terbesar di dunia sebagai sebuah karya arsitektur besar untuk memadukan berbagai arsitektur Islam.

Masjid tersebut terdiri dari 82 kubah, lebih dari 1.000 kolom, lampu gantung berlapis emas 24 karat, dan karpet rajutan tangan terbesar di dunia. Ruang doa utama didominasi salah satu tempat lilin terbesar di dunia.

Mendiang Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan membangun masjid tersebut untuk mewujudkan pesan Islam tentang perdamaian, toleransi, dan keberagaman. Dia berharap Masjid Agung menjadi rujukan hidup atas arsitektur modern Islam yang menghubungkan masa lalu dan masa kini, yang menjadi wadah ilmu pengetahuan dan pembelajaran Islam yang mencerminkan nilai-nilai Islam sejati.

Dalam rangkaian IEAW, KBRI Abu Dhabi merencanakan tiga penandatanganan kerja sama G to G, yaitu, pertama, finalisasi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Mangrove antara Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan UAE dengan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi Indonesia.

Kedua, penandatanganan MoU Kerja Sama Ekonomi Kreatif antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia dengan Kementerian Kebudayaan dan Pemuda UEA. Ketiga, MoU kerja sama bidang waqaf antara Kementerian Agama RI dengan Otoritas Umum Urusan Islam dan Waqaf (AWQAF) UEA.

Terkait kerja sama ekonomi, KBRI Abu Dhabi dan pemerintah UEA telah menjadwalkan penandatanganan empat kerja sama yaitu, pertama, Joint Venture Shareholder Development Aggrement antara PT Pelabuhan Indonesia Maspion dan DP World untuk bidang kawasan industri dan pelabuhan senilai US$ 1,2 miliar (Rp 16,9 triliun).

Kedua, penandatanganan kesepahaman antara PT Dirgantara Indonesia dengan Calidus LLC. Ketiga , Industrial Cooperation Agreement antara PT. Pindad dan Caracal LLC, dan keempat , penandatanganan kesepahaman antara Elite Agro dan BUMN Pangan PT Sang Hyang Seri mengenai pengembangan Agropolitan Industrial Complex di Subang, serta beberapa kerja sama ekonomi lainnya yang masih dalam tahap negosiasi dan diharapkan dapat difinalisasi pada awal Maret.

BACA JUGA

https://www.beritasatu.com/dunia/595019/putra-mahkota-uea-tiru-cara-indonesia-sambut-tamu-kenegaraan

Penandatanganan semua kerja sama ekonomi akan dilakukan dalam rangkaian forum bisnis pada 5 Maret 2021. Forum bisnis juga akan dijadwalkan diisi paparan dari narasumber Menteri Energi dan Infrastruktur UEA, H.E. Suhail Mohamed Faraj Al Mazrouei dana CEO DP World Sultan Ahmed bin Sulayem.

Berbagai penandatanganan kesepakatan Indonesia-Abu Dhabi adalah tindak lanjut dari hasil saling kunjungan pimpinan kedua negara dari Putra Mahkota Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan ke Bogor pada 24 Juli 2019 dan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Abu Dhabi pada 12 Januari 2020.

Berita terkait: