Rektor Unmul Positif COVID-19, Isolasi Mandiri di Rumah

Samarinda, – Rektor Universitas Mulawarman, Masjaya diinformasikan positif COVID-19. Hal ini disampaikan Bohari Yusuf, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan Kerjasama dan Hubungan Masyarakat saat dihubungi redaksi , Kamis (17/9/2020). 

“Ya, mohon didoakan, semoga cepat sembuh,” ujar Bohari Yusuf

1. Istri lebih dulu positif COVID-19

Rektor Unmul Positif COVID-19, Isolasi Mandiri di Rumah@id_asuransiku

Sebelumnya, istri dari Masjaya, yakni dr Padilah Mante Runa lebih dahulu terkonfirmasi positif COVID-19. 

Diketahui, dr Padillah Mante Runa menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kaltim. 

“Ya, sebelumnya kan istri beliau. Kemudian dari itu beliau (Masjaya) kemudian lakukan tes swab,” ujar Bohari Yusuf

2. Lakukan isolasi mandiri di rumah

Rektor Unmul Positif COVID-19, Isolasi Mandiri di RumahRektor Universitas Mulawarman Samarinda Prof Masjaya (/Yuda Almerio)

Usai diketahui sang istri positif COVID-19, Rektor Unmul Masjaya kemudian lakukan tes swab. Disampaikan Bohari Yusuf, hasil tes pada Rabu (16/9/2020) kemudian diterima. 

Dari hasil tes itu kemudian diketahui Masjaya positif COVID-19. Ia pula yang menyampaikan kabar tersebut kepada rekan-rekan civitas akademika di Universitas Mulawarman. 

“Beliau yang mengabarkan. Informasi tiba subuh tadi,” kata Bohari. 

Terhitung sejak hari ini, Masjaya juga telah lakukan isolasi mandiri di rumah. 

“Beliau isolasi mandiri di rumah bersama dengan istri,” katanya.

3. Minta doa mahasiswa

Rektor Unmul Positif COVID-19, Isolasi Mandiri di RumahUnsplash/sxy_selia

Terkonfirmasi positifnya Rektor Unmul Masjaya, membuat Bohari Yusuf meminta agar para mahasiswa bisa mendoakan untuk kesembuhan beliau. 

“Ya, minta doanya, dari mahasiswa dan masyarakat. Semoga bisa cepat sembuh,” ujarnya. 

Bohari juga sampaikan, meski berstatus positif Covid-19, Masjaya tetap memantau proses perkuliahan. 

“Perkuliahan tetap seperti biasa. Sejauh ini kan juga Work From Home (WFO). Yang terpenting yang pernah kontak beliau, lapor ke Satgas. Minimal yang bertemu dalam 10 hari terakhir,” ujarnya.

Baca Juga: Waspada! 9 Daerah di Kaltim Berpotensi Lahirkan Klaster Pilkada

Baca Juga: Data Lengkap COVID-19 Per 16 September 2020, Kaltim Posisi Kelima