Rektor : Penyusunan Peta Jalan Pendidikan harus perhatikan empat aspek

Peta Jalan Pendidikan harus bersifat futuristik Jakarta – Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof Komaruddin mengatakan penyusunan Peta Jalan Pendidikan harus memperhatikan empat aspek penting yakni evaluasi, akses, keaktualan, dan mutu atau kualitas.

“Empat aspek itu merupakan bagian penting yang perlu dicermati dalam penyusunan Peta Jalan Pendidikan 2020-2035,” ujar Komaruddin dalam seminar nasional dalam rangka Dies Natalis UNJ ke-57 yang dipantau dari Jakarta, Rabu.

Dia menjelaskan prinsip evaluasi pendidikan menjadi aspek penting yang harus dikedepankan atau dilakukan, sehingga peta jalan pendidikan dapat tersusun secara komprehensif dengan mempertimbangkan capaian pendidikan, problematika yang dihadapi, tantangan global, dan kebutuhan masa depan.

“Ini harus menjadi perhatian kita dalam penyusunan pendidikan. Peta Jalan Pendidikan harus bersifat futuristik dan berlandaskan nilai Pancasila dan jati diri bangsa,” tambah dia.

Pendidikan, lanjut dia, harus mengutamakan budi pekerti dan akhlak, penguasaan Iptek sebagai bagian dari karakter bangsa. Komaruddin menjelaskan dalam hal itu, UNJ sebagai bagian dari Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) berperan dalam menghasilkan sumber daya manusia bidang pendidikan.

Baca juga: Kemendikbud tegaskan tak pernah berencana hilangkan pelajaran agama

Baca juga: Kemendikbud kembangkan D-3 menjadi D-4 dan SMK jalur cepat D-2

“UNJ memiliki tanggung jawab untuk mengawal penyelenggaraan pendidikan bermutu untuk menghasilkan SDM unggul dan berdaya saing dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Saat ini UNJ sedang menggodog Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035 sebagai wujud tanggung jawab nasional,” jelas dia.

Seminar nasional itu bertujuan untuk menjaring konsep-konsep strategis dari para narasumber berkualitas yang berkaitan dengan pemaknaan peta jalan pendidikan nasional menuju kebangkitan nasional serta mampu menjawab tantangan nasional maupun global.

Setelah seminar, tim UNJ akan bekerja merumuskan atau mensintesiskan berbagai pemikiran yang terhimpun dengan pemikiran para ahli pendidikan UNJ. Hasil perumusan akan disampaikan kepada Mendikbudristek dan Komisi X DPR.

Baca juga: Komisi X ingin Peta Jalan Pendidikan jadi rujukan revisi UU Sisdiknas

Baca juga: PGRI minta perbandingan Peta Jalan Pendidikan harus proporsional

Berita terkait: