Pustakawan dituntut bisa menjadi research librarian

Depok – Wakil Rektor UI bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Abdul Haris mengatakan seorang pustakawan di tuntut bisa menjadi peneliti (research librarian) untuk dapat mengetahui dimana mencari informasi yang tepat serta memanfaatkan teknologi terbaru dengan efektif untuk melayani pemustaka.

” Research librarian memiliki posisi strategis di lingkungan akademik, sebab mereka menguasai sumber literatur,” kata Haris dalam keterangannya, Ahad.

Prof. Haris mengatakan perpustakaan menjadi salah satu unit penting dalam pencapaian visi UI menjadi universitas riset berkelas dunia. Ketersediaan dan pemenuhan kebutuhan sumber-sumber belajar serta pelayanan akses untuk seluruh sivitas akademik UI menjadi salah satu tugas pokok pustakawan. Pustakawan menjadi bagian penting dalam kegiatan pembelajaran dan penelitian.

“Kami berharap para pustakawan dapat menempatkan posisinya dengan strategis dan mendukung kegiatan penelitian di UI dengan terus mengembangkan kompetensi dan berjejaring dengan perpustakaan lain,” katanya dalam seminar online “Penguatan Peran Pustakawan dalam Meningkatkan Penelitian di Perguruan Tinggi”.

Baca juga: Kader 29 Posyandu Remaja diajak cegah penularan COVID-19

Baca juga: Pengamat: Kesadaran warga terjaga dengan penyebaran informasi COVID-19

Di tengah pandemi COVID-19, UPT Perpustakaan UI tetap mengupayakan kegiatan seminar yang tercakup dalam tiga tema sebagai berikut, yaitu Penguatan peran perpustakaan dalam meningkatkan penelitian di perguruan tinggi; Pemanfaatan teknologi informasi untuk optimalisasi layanan perpustakaan; dan Menggali kompetensi leadership  (kepemimpinan) pustakawan perguruan tinggi khususnya di masa pandemi.

“Diharapkan rangkaian kegiatan Festival Literasi UI 2020 dapat memberikan manfaat bagi sivitas akademika UI dan masyarakat akademik, khususnya bagi profesi pustakawan,” ujarnya.

Sementera itu Ketua UPT Perpustakaan UI Utami Budi Rahayu Hariyadi berharap melalui tiga seminar yang kami selenggarakan dapat memberikan gambaran bagi para pengelola, pustakawan serta staf perpustakaan, khususnya perpustakaan perguruan tinggi, tentang dunia riset di pendidikan tinggi.

Dengan demikian diharapkan mampu menempatkan posisinya sebagai pengelola sumber informasi terpercaya di lingkungan akademik dalam rangka mendukung pencapaian hasil riset yang lebih akurat. Para pustakawan atau pengelola perpustakaan juga diharapkan mampu memanfaatkan teknologi informasi terbaru untuk meningkatkan layanan kepada pemustaka.*

Baca juga: Kolaborasi kampus dengan berbagai pihak dapat turunkan angka stunting

Baca juga: Kemenristek nobatkan UI terproduktif hasilkan kekayaan intelektual

Berita terkait: