Puluhan desa di Ngawi ajukan bantuan air bersih

Ngawi () – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur menyatakan sudah 40 desa di sembilan kecamatan mengajukan bantuan pendistribusian air bersih akibat kekeringan di musim kemarau.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi Teguh Puryadi mengatakan pengiriman bantuan air bersih ke wilayah yang alami kekeringan itu dilakukan sejak Agustus lalu. Rata-rata setiap desa telah mendapat pasokan 15-20 tangki.

“Secara keseluruhan, bantuan yang telah disalurkan sejauh ini mencapai sekitar 600 tangki,” kata Teguh di Ngawi, Senin.

Menurut dia, sampai sekarang jumlah desa terdampak masih sesuai prediksi. Namun, tidak menutup kemungkinan kekeringan meluas.

Baca juga: Gubernur Jatim tinjau pipanisasi air bersih di Sigi

Baca juga: Gubernur Sulteng apresiasi bantuan air bersih Pemrov Jawa Timur

Salah satu desa terdampak kekeringan di Ngawi adalah Desa Gunungsari, Kecamatan Kasreman. Kondisi itu memaksa puluhan warga setempat berjalan sekitar tiga kilometer ke kawasan pegunungan untuk mendapatkan air demi kebutuhan mandi dan cuci.

Hal itu karena sumber air di rumah warga, seperti sumur telah kering. Sedangkan untuk dikonsumsi biasanya mereka membeli air di toko.

“Kalau dapat bantuan seperti ini harus dihemat karena cari air sekarang sulit,” kata salah seorang warga desa setempat, Saminem.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, memetakan sedikitnya sembilan kecamatan di wilayahnya berpotensi mengalami krisis air bersih atau kekeringan pada musim kemarau.

Sembilan kecamatan itu lain, Kecamatan Mantingan, Karanganyar, Widodaren, Kedunggalar, Pitu, Bringin, Kasreman, Padas, serta Karangjati.

Dari sembilan kecamatan tersebut terdapat puluhan desa yang mengalami krisis air bersih saat musim kemarau melanda. Sesuai data, pada tahun 2018 tercatat 30 desa yang mengalami kekeringan.

Pada tahun 2019 tercatat naik menjadi 45 desa. Puluhan desa itu mayoritas berada di wilayah pegunungan kapur, seperti Kecamatan Karanganyar, Karangjati, dan Bringin.

Pemkab Ngawi telah menyiapkan sejumlah anggaran untuk mengantisipasi adanya kasus krisis air bersih di wilayah setempat.*

Baca juga: Sungai sejauh 88 kilometer dibersihkan Aliansi Air secara kolaboratif

Baca juga: 750 ribu liter air bersih dikirim ke Pulau Sapudi

Berita terkait: