PSI Minta Aturan Jam Malam Zona Merah Disosialisasikan Intensif

Pemprov DKI Jakarta segera memberlakukan aturan jam malam di Rukun Tetangga yang masuk dalam kategori zona merah guna menekan kasus Covid-19 di Jakarta.

Aturan ini tertuang pada Instruksi Gubernur Nomor 23 tahun 2021 tentang Perpanjangan Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro tingkat Rukun Tetangga yang ditetapkan 19 April 2021.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta aturan detail pengawasan serta sanksi aturan segera diselesaikan pekan ini sehingga ada jeda waktu sosialisasi sebelum hari raya Idulfitri.

“Ini sudah memasuki minggu kedua puasa, aturan ini baru akan efektif jika sudah disosialisasikan intensif ke warga. Jangan sampai menimbulkan kericuhan karena banyak yang belum paham aturan ini,” ujar Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo di Jakarta, Kamis (22/4/2021).

BACA JUGA

Wagub Riza Sebut 2.659 RT di Jakarta Masuk Zona Merah

Saat ini, kata Anggara, terdapat 2.659 RT yang masuk zona merah di seluruh wilayah DKI Jakarta. Artinya akan ada puluhan ribu warga yang terkena imbas dan harus menyesuaikan diri dengan aturan jam malam ini. “Pemprov DKI harus gerak cepat sehingga Satgas dan perangkat di RT/RW bisa punya waktu untuk memberi penjelasan kepada warga,” ungkap dia.

Selain itu Anggara meminta Satgas Covid-19 di tingkat RT/RW melibatkan pemuka agama dalam sosialisasi aturan jam malam ini mengingat saat ini bulan suci Ramadhan di mana warga beragama muslim yang masih menjalankan ibadah puasa.

“Jangan sampai ada anggapan bahwa aturan ini akan membatasi ibadah, tapi justru upaya untuk melindungi diri dan keluarga sehingga bisa bersama-sama meraih kemenangan di hari raya Idul Fitri dan terhindar dari virus Covid-19,” pungkas Anggara.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengatur ketentuan jam malam di lingkungan Rukun Tetangga (RT) yang masuk dalam kategori zona merah penyebaran Covid-19. Pergerakan keluar masuk RT Zona merah dibatasi hingga Pukul 20.00 WIB.

Ketentuan ini diatur Anies Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 23 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis mikro tingkat Rukun Tetangga. Ingub ini ditekan Anies pada 19 April 2021 lalu.

“Membatasi keluar masuk wilayah Rukun Tetangga maksimal hingga pukul 20.00 WIB,” tulis Anies dalam Ingub tersebut terkait pengendalian di RT zona merah.

BACA JUGA

Jam Malam di RT Zona Merah, Ini Penjelasan Pemprov DKI

Selain itu, pengendalian lain di RT Zona merah adalah menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat, melakukan isolasi mandiri atau terpusat dengan pengawasan ketat dan membatasi kegiatan di rumah ibadah dengan protokol kesehatan ketat.

“Menutup tempat bermain anak dan tempat umum kecuali sektor esensial, melarang kerumunan lebih dari 3 orang, dan meniadakan kegiatan sosial masyarakat di lingkungan Rukun Tetangga yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi menimbulkan penularan,” ungkap Anies.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dengan mengacu pada data pada di situs corona.jakarta.go.id yang diperbaharui pada 8 April 2021, menyebutkan terdapat 2.659 RT dengan perincian 210 RT di Jakarta Pusat, 571 RT di Jakarta Selatan, 634 RT di Jakarta Timur, 488 RT di Jakarta Utara, 755 RT di Jakarta Barat dan 1 RT di Kepulauan Seribu.

Berita terkait: