PSBB Jakarta, Ojek

– Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tetap memerbolehkan angkutan motor atau ojek berbasis aplikasi alias ojek online mengangkut penumpang pada penerapan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) selama 2 pekan ke depan. PSBB Jakarta akan berlaku mulai besok, Senin (14/9/2020).

BACA JUGA

Tidak Pakai Sekat, Ojek Online di Kota Bogor Akan Kena Sanksi

“Motor berbasis aplikasi dibolehkan angkut barang dan penumpang dengan menjalankan protokol yang ketat,” ujar Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, Jakarta, Minggu (13/9/2020).

Pengaturan ini mengaju pada Peraturan Gubernur yang baru diterbitkan Anies, yakni Pergub Nomor 88 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB di Jakarta. Pengaturan ini berbeda dengan penerapan PSBB pada awal April yang melarang ojek online mengangkut penumpang sebagaimana diatur Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang PSBB .

Anies menegaskan pihaknya kembali melakukan pengendalian mobilitas penduduk selama masa PSBB berlangsung. Pengendalian mobilitas ini dilakukan dengan cara pengendalian transportasi publik dan pribadi. Secara umum, kata Anies, pengendalian transportasi publik tidak berbeda jauh dengan pengaturan dalam Pergub Nomor 33 Tahun 2020.

BACA JUGA

Ojek Daring di Tangerang Raya Boleh Angkut Penumpang Lagi

“Pengendalian TransJakarta, MRT, LRT, KRL CommuterLine, taksi, angkot dan kapal penumpang dilakukan pembatasan kapasitas, pengurangan frekuensi layanan dan armada. Pengurangan kapasitas maksimal 50 persen dari kapasitas normal. Detailnya diatur di Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta,” ungkap Anies.

Untuk kendaraan pribadi, kata Anies, kapasitas diisi oleh 2 orang per baris kursi kecuali kalau satu keluarga dapat diisi secara maksimal. Namun, harus dibuktikan dengan alamat domisili dalam kartu identitas.

“Kebijakan ganjil-genap ditiadakan selama PSBB,” pungkas Anies.

Berita terkait: