Proses Terjadinya Menstruasi pada Wanita, Anda Perlu Tahu

Menstruasi merupakan proses yang normal bagi setiap wanita. Siklus menstruasi wanita rata-rata berlangsung selama 28 hari. Biasanya, rentang siklus menstruasi normal antara 25 sampai 30 hari

Seorang wanita yang akan menstruasi biasanya merasakan beberapa perubahan kondisi, seperti perubahan nafsu makan, kram, payudara mengeras, nyeri otot dan sendi, mudah lelah, berjerawat, dan lainnya.

Proses terjadinya menstruasi pada wanita tentu penting untuk diketahui. Selain sebagai pengetahuan, mengetahui proses terjadinya menstruasi juga dapat membuat kita lebih bijak dalam bersikap.

Untuk mengetahui lebih jelas tentang proses terjadinya menstruasi, telah merangkumnya dari berbagai sumber. Berikut ulasan lengkapnya.

Pengertian Proses Menstruasi

Proses menstruasi merupakan sebuah siklus, di mana siklus menstruasi pada wanita umumnya selama 28 hari dihitung dari hari pertama periode menstruasi saat ini sampai hari pertama periode menstruasi selanjutnya.

Lamanya siklus menstruasi setiap wanita berbeda, yaitu antara 23 sampai 25 hari. Tetapi, pada umumnya siklus menstruasi wanita yaitu setiap 28 hari.

Proses Terjadinya Menstruasi

Fase Menstruasi atau Fase Datang Bulan

Fase menstruasi atau fase datang bulan dimulai sejak hari pertama siklus menstruasi. Fase ini dapat berlangsung selama 4 sampai 6 hari.

Di beberapa hari pertama, terkadang seorang wanita merasakan nyeri. Hal ini terjadi karena lapisan dinding rahim mengalami proses peluruhan. Proses peluruhan ini menyebabkan rahim menjadi berkontraksi.

Fase Folikuler

Fase folikuler umumnya terjadi pada hari ke 10 dari 28 hari dalam siklus menstruasi. Pada fase ini, ovarium (indung telur) akan memproduksi folikel berisi sel telur. Hormon Follicle-Stimulating Hormon (FSH) adalah hormon yang memicu pematangan folikel.

Bersamaan dengan meningkatnya hormon Follicle-Stimulating Hormon (FSH), hormon Luteinizing Hormon (LH) juga ikut meningkat. Perlu diketahui, hormon Luteinizing Hormon (LH) yaitu hormon yang memicu proses pelepasan sel telur hingga akhirnya siap untuk dibuahi.

Fase Ovulasi

Pada fase ovulasi, sel telur matang akan dilepas oleh indung telur ke saluran tubafalopi lalu menuju ke rahim. Sel telur tersebut hanya mampu bertahan sampai 24 jam.
Perlu diketahui, pada masa ini, seorang wanita sedang ada pada masa subur. Apabila tidak dibuahi sperma, maka sel telur akan mati.

Fase Luteal atau Fase Premenstruasi

Fase luteal disebut juga fase premenstruasi. Pada fase ini, setelah sel telur sampai ke rahim, tubuh akan memproduksi hormon yang disebut progesteron. Hormon progesteron bertugas untuk memastikan rahim terus membangun lapisan tebal.

Apabila sel telur tidak dibuahi, maka kadar estrogen dan progesteron akan menurun drastis, sehingga terjadi proses peluruhan (menstruasi) lagi.

Manfaat Mengetahui Proses Terjadinya Menstruasi

Dilansir dari Honestdocs , terdapat manfaat mengetahui proses terjadinya menstruasi. Dengan mengetahui proses terjadinya menstruasi, maka kita kan tahu kapan saarnya berenergi dan normal pula jika sesekali merasa down.

Tak hanya itu, mengetahui proses terjadinya menstruasi juga membuat kita tahu kapan masa subur (selama fase ovulasi atau sekitar 2 minggu setelah hari pertama haid).

Cara Mengatasi Nyeri saat Menstruasi

Saat menstruasi, beberapa wanita merasakan sakit atau nyeri di bagian perut bagian bawah. Selain itu, mood yang berubah-ubah juga kerap dirasakan oleh wanita yang sedang menstruasi.

Terdapat beberapa cara untuk meminimalisir rasa sakit saat menstruasi. Berikut caranya.

Berolahraga Ringan

016 tantri setyorini

©2015 Merdeka.com/Pixabay/sapphire_penguin

Anda dapat melakukan olahraga ringan seperti berjalan-jalan, peregangan ringan atau yoga. Saat berolahraga, tubuh akan melepaskan hormon endorfin atau hormon penghilang rasa sakit alami.

Mengoles Minyak Esensial

Mengoles minyak esensial juga dapat Anda jadikan pilihan untuk mengurangi nyeri saat menstruasi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang menggunakan minyak esensial dapat merasa lebih lega dari kram menstruasi.

Mengubah Pola Makan

ilustrasi sayur dan buah

Shutterstock/Bauer Alexander

Anda dapat memperbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, protein tanpa lemak, biji-bijian, dan makanan yang tinggi akan asam lemak omega-3.

Meletakkan Kompres Hangat di Area Perut

Salah satu cara untuk mengatasi nyeri saat menstruasi yaitu meletakkan kompres hangat di area perut. Cara ini dapat membuat otot rahim dan organ sekitarnya menjadi lebih rileks.

[add]

Baca Selanjutnya: Pengertian Proses Menstruasi…

Halaman

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4