Progres Bendungan Leuwikeris 59,52%, Kempupera Targetkan Selesai 2021

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy, Ditjen Sumber Daya Air membangun Bendungan Leuwikeris di Provinsi Jawa Barat. Progres saat ini mencapai 59,52 persen dan ditargetkan selesai tahun 2021.

“Pembangunan fisik Bendungan Leuwikeris sudah dimulai sejak 2016. Kami targetkan selesai tahun 2021 dengan progres saat ini mencapai 59,52 persen,” kata Menpupera Basuki Hadimuljono dalam pernyataan resminya, Senin (20/7/2020).

Adapun kontrak kerja pembangunannya terbagi menjadi empat paket dengan nilai total Rp 2,6 triliun. Paket pertama dikerjakan PT Pembangunan Perumahan dan PT Bahagia Bangun Nusa KSO untuk konstruksi tubuh bendungan ( main dam ) dan fasilitas umum senilai Rp 867 miliar.

Sedangkan paket kedua dikerjakan PT Waskita Karya – PT Adhi Karya KSO untuk pembangunan pelimpah ( spillway ) senilai Rp 642,33 miliar.

Menurut Basuki, pembangunan Bendungan Leuwikeris bertujuan untuk meningkatkan kapasitas air sehingga kontinuitas suplai air irigasi ke sawah terjaga. Sebab selama ini lahan pertanian di wilayah Sungai Citanduy sering kebanjiran saat musim hujan dan kekurangan air pada musim kemarau.

Karenanya, selama pandemi Covid-19, pembangunan bendungan tersebut tidak dihentikan untuk menjaga kesinambungan roda perekonomian terutama penyediaan lapangan kerja bagi kontraktor, konsultan, dan tenaga kerja konstruksi serta kegiatan turunannya.

Basuki berharap pembangunan bendungan ini dapat berkontribusi memulihkan ekonomi nasional. Pasalnya, saat ini industri konstruksi menyumbang tidak kurang dari 10 hingga 11 persen pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional.

Lokasi Bendungan Leuwikeris ini berada di dua kabupaten yakni Ciamis dan Tasikmalaya. Ia merupakan satu dari 61 bendungan lanjutan yang dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy, Ditjen Sumber Daya Air pasca periode 2015-2019 di mana 15 bendungan di antaranya sudah selesai dan terisi air.

Diketahui, Bendungan Leuwikeris akan mengairi jaringan irigasi seluas 11.216 hektare DI Lakbok Utara dan DI Lakbok Selatan. Tak hanya itu, bendungan ini juga akan menyuplai air baku sebesar 850 m3/detik, untuk mereduksi banjir sebesar 11,7 persen dari 509,7 m3/detik menjadi 450,02 m3/detik, dan potensi listrik sebesar 20 MW.

Berita terkait: