Program Mekaar Buka Peluang Pelaku Ultra Mikro Berkembang Tanpa Hambatan

Harapan pelaku usaha ultra mikro (UMi) mendapat bantuan permodalan berbiaya murah dan proses pengajuan yang mudah, terjawab melalui program Mekaar atau Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera yang digulirkan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

“Melalui Mekaar, pelaku usaha ultra mikro mendapat pembiayaan dengan bunga terjangkau mulai dari nilai jutaan rupiah,” kata Sudarni di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Perempuan berusia 42 tahun asal Bekasi, Jawa Barat sehari-harinya berdagang sembako di warung miliknya, yang ia dirikan pada 2007.

BACA JUGA

Jokowi: Program Mekaar untuk Berdayakan Perempuan

Sudarni mengaku, membutuhkan banyak tambahan modal untuk mengembangkan usahanya. Kebutuhan ini pertama ia rasakan pada 2016. Saat itu, Sudarni membutuhkan dana segar senilai Rp 2 juta untuk mempertahankan dan mengembangkan usahanya.

Dia menuturkan, ketika pertama kali terlibat program Mekaar, Sudarni mengambil fasilitas pembiayaan senilai Rp 2 juta dengan tenor 50 minggu. Di akhir periode, total uang yang harus dia kembalikan hanya sebesar Rp 2,5 juta. Pembayaran pinjaman itu juga bisa dia lakukan dengan cara menyicil tiap minggu.

Berkat bantuan permodalan tersebut, usaha warung sembako Sudarni semakin berkembang. Buktinya, saat ini plafon pembiayaan yang ia dapat sudah menyentuh Rp 7 juta untuk jangka waktu satu tahun. “Mekaar ini murah dan terjangkau buat saya. Sekarang saya sudah dapatnya pembiayaan Mekaar Plus dengan pinjaman Rp 7 juta per tahun,” tuturnya.

Saat ini, melalui usaha warung sembako Sudarni bisa mengantongi keuntungan bersih hingga Rp 4,5 juta tiap bulan. Dana tersebut ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dan sebagian ditabung.

Berita terkait: