Program Kotaku Hapus Kekumuhan Kota Malang

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) mengimplementasikan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kelurahan Kauman, Kota Malang, Jawa Timur.

Kotaku merupakan program untuk mendukung Rencana Program Jangka Menengah (RPJM) pemerintah yakni 100-0-100 mencakup target 100% air bersih, nol persen permukiman kumuh serta 100 % penyediaan sanitasi yang layak.

Berbagai wilayah di kota-kota besar didorong untuk melanjutkan program tersebut meski di tengah pandemi Covid-19. Termasuk di Kota Malang, Jawa Timur.

Di Malang program tersebut masih terus berjalan khususnya untuk target nol persen kota tanpa kumuh (Kotaku). Terdapat dua wilayah yang saat ini sudah memasuki tahap akhir pelaksanaan proyek tersebut yaitu di Kelurahan Polehan dan Kauman.

BACA JUGA

Pemkot Malang Memulai Sekolah Tatap Muka di Awal Ramadan

Pada April 2021 ini program Kotaku di dua wilayah ini sudah selesai dan siap untuk diserahterimakan kepada pemerintah kota (Pemkot) Malang.

Kepala Balai Prasarana dan Pemukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, Muhammad Reva Sastrodiningrat, menjelaskan mengerjakan proyek Kotaku dilakukan salah satunya untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan. Pasalnya dua wilayah yang digarap ini merupakan kawasan heritage yang perlu ditata ulang dengan tetap mempertahankan bangunan bersejarah peninggalan jaman belanda.

“Kami dapat tugas peningkatan kawasan kumuh untuk menuju nol persen di Malang. Memang di sini kawasan heritage, i ni potensi dalam rangka mendorong pariwisata di kota Malang,” ungkap Reva, saat kunjungan langsung bersama media, Kamis (8/4/2021).

BACA JUGA

Dampak Siklon Seroja Masih Akan Terasa di NTB hingga Yogyakarta

Reva menjelaskan proyek Kotaku di dua wilayah tersebut menelan biaya hingga Rp23 miliar yang bersumber dari pinjaman ADB ( Asian Development Bank ).

Proyek Kotaku ini menuntaskan pembangunan dan penataan di kawasan permukiman RW 01, RW 09 dan RW 10 di Kayutangan termasuk menyelesaikan infrastruktur dasar berupa jalan lingkungan, saluran dan biofill di RW 04 Kelurahan Polehan. Total luasan wilayah yang dikerjakan ini sekitar 23 hektar.

“Bulan April ini selesai 100 % yang kita bangun dengan skema multiyear contract sejak 2020. Kalau perencanaan kita mulai dari 2008, kita harap setelah masa perawatan selama 6 bulan bisa kita segera serah terimakan ke Pemkot,” ujarnya.

Berita terkait: