Profil Kingkin Anida, 1 dari 8 Aktivis KAMI yang Ditangkap Polisi

– Kingkin Anida merupakan politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan sekaligus pendakwah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga sebagai penyebar berita hoax terkait Omnibus Law Cipta Kerja. Ia ditangkap pada tanggal 10 Oktober 2020 di Tangerang Selatan. Kingkin Annida telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah menjalani pemeriksaan selama 1 x 24 jam. Siapa Kingkin Anida ? Berikut profil Kingkin Anida lengkap.

Pendidikan Kingkin Anida

Kingkin Anida merupakan salah satu aktivis KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia). Ia pernah meraih sarjana di IKIP Jakarta serta melanjutkan gelar magisternya di UIN Jakarta.

Kingkin Anida mantan caleg PKS ini pernah mendirikan beberapa Lembaga dan organisasi yang bergerak dibidang kerohanian antara lain Jaringan Pemuda Remaja Masjid Indonesia (JPRMI), Komunitas Pecinta Al Qur’an (KompaQ), Majlis Taklim Darussalam Amarapura, Lembaga Pengemban Kepribadian Muslim Grows, dan Halaqah Online yang bernama Holqinnidaa.

Baca Juga: Profil Irjen Pol Napoleon Bonaparte Terlengkap

Karier politik Kingkin Anida

Kingkin Annida eks caleg . Pada pemilu 2019 silam, Kingkin Anida maju sebagai calon anggota legislative dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dapil 3 Banten yang meliputi Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.

sempat mencoba bertamu ke kediaman Kingkin Anida. Namun tak ada satu pun jawaban ketika kami mengucapkan salam.

Di garasi rumah tersebut, terlihat beberapa sepeda motor terparkir.

Salah seorang tetangga yang tinggal tak jauh dari kediaman Kingkin menyebut, rumah itu dihuni suami dan putra-putri Kingkin.

Baca Juga: Profil Marissa Haque Terlengkap

Dari informasi yang dihimpun, Kingkin Anida merupakan salah satu kader Partai Kesejahteraan Sosial (PKS).

Dia pernah mencalonkan diri sebagai Calon DPR RI dari Dapil Banten 3 pada 2019 lalu.

Salah satu sudut rumah Kingkin Anida kader PKS yang diduga merupakan petinggi KAMI dan diamankan polisi dijerat dengan UU ITE, Rabu (14/10/2020).
Salah satu sudut rumah Kingkin Anida kader PKS yang diduga merupakan petinggi KAMI dan diamankan polisi dijerat dengan UU ITE, Rabu (14/10/2020).

Dalam stiker masa pencalonannya, Kingkin termasuk pendukung Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019 lalu.

Kingkin Anida juga diketahui sering menjadi pemateri tausiyah dalam berbagai pengajian baik untuk ibu-ibu dan juga pengajian remaja.

Kingkin Anida guru ngaji

Kingkin dikenal sebagai guru ngaji di komplek perumahannya di Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan.

Oleh ibu-ibu warga sekitar, Kingkin dianggap sebagai panutan dan sering mengisi pengajian di majelis ta’lim di daerah tersebut.

Salah seorang ibu yang tinggal di sekitar tempat tinggal Kingkin, mengaku kaget dengan peristiwa penangkapan guru ngajinya itu.

“Kaget lah. Setelah tahu, kita semua (ibu-ibu pengajian) enggak bisa tidur. Enggak tahu kapan ditangkapnya. Tahu-tahu ada info itu digrup katanya minta doa buat umi, kira-kira infonya hari Minggu,” ungkap ibu tersebut yang meminta namanya dirahasiakan saat ditemui Rabu (14/10/2020).

Meski begitu, dia tidak mengetahui secara pasti terkait kasus yang menyebabkan guru ngajinya tersebut diamankan.

“Tapi kita enggak tahu masalah apa, ada apa. Ya Allah semoga dimudahkan,” katanya seraya mendoakan.

Menurutnya, Kingkin merupakan sosok panutan dan baiknya luar biasa.

“Baiknya luar biasa, pokoknya baik bener. Kalau kita kan namanya murid dikasih pengarahan, pokoknya baik aja,” tuturnya.

Kingkin Anida, 1 dari 8 Aktivis KAMI yang Ditangkap Polisi

Bareskrim Mabes Polri telah menangkap delapan petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Mereka ditangkap terkait aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law Cipta Kerja.

Penangkapan petinggi KAMI, salah satu kelompok yang kritis terhadap pemerintah, terjadi di tengah polemik soal ‘aktor intelektual” di balik kerusuhan dalam unjuk rasa menentang UU Cipta Kerja.

KAMI membantah tudingan bahwa mereka berperan dalam kerusuhan, menyebut penangkapan ini merupakan bagian dari “pola lama” mengambinghitamkan kelompok yang berseberangan dengan pemerintah.

Salah satu aktivis KAMI yang ditangkap polisi, yakni Kingkin Anida.

Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat

Berita terkait: