Pro Prabowo Tolak Vaksinasi, Gerindra Minta Pemerintah Maksimal Sosialisasi

Survei Indikator Politik Indonesia menyebut masih banyak para pendukung Prabowo-Sandi di Pemilu 2019 menolak vaksinasi Covid-19. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Kawendra Lukistian mengatakan wajar saja jika ada orang yang menolak. Masyarakat memiliki persepsi masing-masing.

“Kalau di lihat dari sini dari setiap sisi ada yang setuju ataupun tidak setuju. Semua tentu dengan persepsi masing-masing,” kata Kawendra kepada wartawan, Senin (22/2).

Maka dari itu, Kawendra menilai, pemerintah perlu mensosialisasikan vaksin Covid-19 secara maksimal kepada masyarakat.

“Artinya ini PR besar pemerintah menyampaikan pesan terkait vaksin secara maksimal agar angka masyarakat yang menolak semakin sedikit,” kata dia.

Gerindra, kata Kawendra, terus bergerak mengajak masyarakat ikut program vaksinasi Covid-19. Gerindra juga mendukung program vaksin dalam negeri seperti Vaksin Nusantara.

“Tentu kader-kader Gerindra terus bergerak selain mengajak untuk melakukan ‘ikhtiar’ melalui vaksin, juga terus hadir di tengah masyarakat memberikan berbagai bantuan secara nyata dengan berbagai macam bentuk,” kata Kawendra.

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia mempublikasi hasil survei terkait vaksinasi Covid-19. Hasilnya dari 44,4 persen basis pendukung Prabowo-Sandi, sebanyak 48,1 persen tidak bersedia menerima vaksinasi.

“Pada basis partisan Pilpres 2019 , basis Prabowo-Sandi lebih rendah kesediaannya untuk disuntik vaksin,” ucap Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, Minggu (21/2).

Burhanuddin mengatakan, alasan pendukung Prabowo-Sandi tidak bersedia disuntik vaksin karena merasa tidak aman sebesar 52,8 persen. Selanjutnya adalah vaksin tidak efektif 28,1 persen. Merasa sehat 21,3 persen, tidak mau bayar vaksin 18,0 persen, alasan kehalalan 16,9 persen, merasa tidak perlu karena sudah banyak orang disuntik vaksin 8,4 persen.

“Saran saya kepada pemerintah, yang disuntik vaksin yang diblowup jangan hanya presiden Jokowi , mas Ganjar, tapi juga pak Prabowo dan mas Sandi vaksin ramai-ramai, misalnya mas Anies,” ujar dia.

Baca juga:
Survei Sebut Pro Prabowo Menolak Vaksinasi, PAN Nilai Tak Relevan Dikaitkan Politik
Vaksinasi Kedua, Ganjar Target 1.000 Orang Disuntik Vaksin dalam Sehari
Lansia Daftar Vaksinasi di RSUD Kembangan Melebihi Kapasitas, Antrean hingga Mengular
Anies Ajak Warga Lansia di Jakarta Ikut Vaksinasi Covid-19

Berita terkait: