Pria Mirip Richard Muljadi Dikawal saat Jogging, Fadli Zon Sindir Kapolri

– Politisi Partai Gerindra Fadli Zon angkat bicara soal viralnya video pria jogging yang mendapat pengawalan polisi menggunakan mobil patroli jalan raya.

Fadli lantas membandingkannya dengan yang dilakukan aparat saat menangkap sejumlah tokoh yang dianggap berbeda pendapat.

Ia lantas menyentil Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis perihal perbedaan perlakuan oleh aparat tersebut.

“Wow Pak Kapolri, polisi melayani siapa? Sementara tokoh-tokoh berbeda pendapat ditangkapi, ini ada yang diperlakukan istimewa,” tulis Fadli sembari manautkan sebuah artikel berita soal pengawalan PJR kepada seorang pria mirip Richard Muljadi yang tengah berjogging.

Baca Juga: Jaga Demo Tolak UU Cipta Kerja, 8 Polisi di Bekasi Positif Covid-19

Cuitan Fadli Zon menanggapi pengawalan patroli pada pria diduga Richard Muljadi (Twitter/@fadlizon)
Cuitan Fadli Zon menanggapi pengawalan patroli pada pria diduga Richard Muljadi (Twitter/@fadlizon)

Video pengawalan menggunakan mobil patroli kepada pria yang diduga konglomerat Richard Muljadi itu viral di sosial media baru-baru ini.

Pria tersebut tengah berjogging dengan beberapa rekannya dan seekor anjing dengan mendapat pengawalan menggunakan mobil polisi.

Kejadian itu diduga terjadi di salah satu ruas jalan di Bali.

Belum ada keterangan resmi dari pihak Richard Muljadi mengenai viralnya video yang mencatut namanya ini.

Fadli menyoroti perlakuan aparat pada aktivis KAMI

Baca Juga: Heboh Video Pria Mirip Richard Muljadi Jogging Dikawal Mobil Polisi

Fadli Zon turut berkomentar soal ditangkapnya para aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Ia membandingkan cara pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belanda kala memperlakukan para tahanan politik.

Fadli berpendapat bahwa para penjajah Belanda lebih manusiawi dalam memperlakukan para tahanan politik ketka menahan Bung Karno, Bung Hatta dan Sutan Sjahrir.

“Dulu kolonialis Belanda jauh lebih sopan dan manusiawi memperlakukan tahanan politik. Lihat Bung Karno di Ende, Bengkulu, dan Bangka. Bung Hatta dan Syahrir memang lebih berat di Digul. Di Bandanaitra lebih longgal. Mereka masih diperlakukan manusiawi bahkan diberi gaji bulanan,” cuit Fadli Zon, Jumat (16/10/2020).

Komentar Fadli ini menanggapi perlakuan yang diterima para aktivis KAMI yang diborgol kala Bareskrim Polri menggelar jumpa pers. Ia membalas cuitan Don Adam yang menyebut bahwa perlakuan terhadap para tahanan aktivis KAMI bak menangkap penjahat dan kriminal.

Sebelumnya, Gde Siriana yang juga merupakan aktivis KAMI menganggap bahwa pemborgolan terhadap Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Anton Permana adalah sebuah penghinaan terhadap rakyat dan demokrasi.

Siriana juga mengunggah foto ketika para petinggi KAMI ditunjukkan di hadapan media kala Bareskrim menggelar jumpa pers.

“Ini penghinaan terhadap rakyat dan demokrasi. Aktivis politik diperlakukan bak kriminal & koruptor dengan tangan diborgol. Bukan seperti ini cara menghadapi perbedaan pendapat,” tulis Siriana lewat Twitter -nya, Kamis (15/10/2020).

Berita terkait: